• KANAL BERITA

Sekretaris Ditjen Dikti Serahkan SK Universitas IKIP Veteran

Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti, Agus Indarjo (dua kanan), memukul alat musik drum menandai peluncuran Universitas IKIP Veteran (Univ) di Kawasan Pawiyatanluhur Bendanduwur, Sabtu (12/1). (suaramerdeka.com/Hari Santoso)
Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti, Agus Indarjo (dua kanan), memukul alat musik drum menandai peluncuran Universitas IKIP Veteran (Univ) di Kawasan Pawiyatanluhur Bendanduwur, Sabtu (12/1). (suaramerdeka.com/Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sekretaris Ditjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Kemristek Dikti, Agus Indarjo PhD, menyerahkan SK perubahan bentuk IKIP Veteran menjadi Universitas IKIP Veteran (Univ), Sabtu (12/1). SK itu diserahkan kepada Ketua Pembina Yayasan IKIP dan Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran Ali Rosyad.

''Saya serahkan SK ini kepada lembaga yang mengelola universitas baru. Harapannya tentu kampus ini akan menjadi bagian dari usaha melayani pendidikan tinggi  yang bermutu dan berkualitas,'' tutur Agus, Sabtu (12/1).

Hadir menyaksikan penyerahan SK sekaligus peluncuran universitas baru ini antara lain Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Jateng, Prof DYP Sugiharto, Ketua Yayasan, Ahmad Suudi, Rektor IKIP Veteran, Dr Sri Setyaningsih, Wakil Rektor I, Dr Risky Setiawan, Wakil Rektor II, Dr Luluk Elyana, hingga Wakil Rektor III, Tri Leksono Prihandoko.

Ali Rosyad pun memberikan apresiasi mendalam atas langkah pemerintah memberikan kepercayaan kepada lembaganya. Dia juga mengakui sangat menunggu diterbitkannya surat itu.  Kini setelah SK turun percepatan penyelenggaraan pengelolaan universitas segera dilaksanakan.

''Alhamdulillah, Kemristekdikti memberikan kepercayaan penuh atas pelayanan perguruan tinggi berbentuk universitas kepada kami. Hal ini juga amanah yang harus dikerjakan sebaik mungkin,'' imbuhnya.

Ahmad Suudi menambahkan pendirian universitas baru ini juga sesuai dengan keinginan pemerintah dewasa ini. Lembaga pendidikan dalam naungan satu yayasan sebaiknya dimerger.

Yayasan ini memiliki dua perguruan tinggi, yaitu IKIP dan ATP yang akhirnya dipersatukan dalam wadah universitas. ''Berkenaan berubah bentuk menjadi universitas, maka seluruh prodi keguruan dan pendidikan kini dilebur dalam wadah fakultas keguruan ilmu pendidikan. Selain itu juga masih disediakan dua fakutas baru,'' imbuhnya, didampingi Sri Setyaningsih.

Dua fakultas itu yakni Kemaritiman dan Sains akan menjadi induk dari berbagai prodi baru yaitu Sistem dan Teknologi Informasi, Gizi, dan prodi Sains. Selain
itu juga terdapat Prodi Rekayasa Mesin, prodi Administrasi Kesehatan, dan Prodi Teknik Rekayasa Keselamatan.


(Hari Santoso/CN40/SM Network)