• KANAL BERITA

Penggalangan Dana untuk Bangun Tembok Perbatasan Distop

Penggalangan dana pembangunan tembok secara online oleh Brian Kolfage "We The People Will Fund The Wall" di akun GoFundMe. (Foto: VOA/ ist)
Penggalangan dana pembangunan tembok secara online oleh Brian Kolfage "We The People Will Fund The Wall" di akun GoFundMe. (Foto: VOA/ ist)

WASHINGTON DC, suaramerdeka.com - Usaha untuk mengumpulkan dana satu miliar dolar lewat internet oleh seorang veteran perang Irak yang katanya akan membantu Presiden Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko telah dihentikan, setelah mencapai hanya 20 juta dollar.

Akun GoFundMe yang dimulai oleh Brian Kolfage bulan Desember tampaknya berhasil mengumpulkan dana dengan cepat karena Presiden Trump tidak bisa mendapatkan persetujuan DPR untuk membangun tembok itu.

Tapi kemudian arus sumbangan melambat, dan Kolfage menyimpulkan bahwa pemerintah Amerika tidak akan bisa menggunakan dana itu dalam waktu dekat ini.

Kolfag justru dituduh oleh sebuah artikel dalam laporan kantor berita Buzzfeed yang mengatakan bahwa ia membuat berita-berita palsu untuk merugikan politisi dan kelompok-kelompok liberal supaya bisa mendapat keuntungan dari iklan.

Kolfag mengatakan ia akan mengembalikan sumbangan 20 juta dolar itu, tapi kalau pemberinya sepakat, ia akan membentuk perusahaan sendiri guna membangun sebagian tembok itu di atas tanah swasta.

Buzzfeed mencatat bahwa Facebook telah menutup akun-akun milik Kolfag yang mempromosikan berbagai pandangan sayap kanan dan dianggap oleh Facebook sebagai “kegiatan yang tidak otentik”, istilah yang biasa digunakan untuk berita palsu.

Kata Buzzfeed, Kolfage juga menghimpun dana tahun 2015, katanya untuk membantu veteran perang, tapi tiga rumah sakit tentara yang disebut Kolfage, melaporkan tidak pernah mendapat dana bantuan dari 16.000 dolar yang sempat dikumpulkannya.


(VOA/CN33/SM Network)