• KANAL BERITA

Pendam Manfaatkan 'Kecepatan' Teknologi Guna Tangkal Hoax

AM KOMANDAN: Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, saat menyampaikan arahan kepada prajurit dan PNS Pendam IV/Diponegoro saat jam Komandan. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)
AM KOMANDAN: Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, saat menyampaikan arahan kepada prajurit dan PNS Pendam IV/Diponegoro saat jam Komandan. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Satuan Penerangan Komando Daerah Militer (Pendam) IV/Diponegoro merupakan corong terdepan dalam Kodam IV/Diponegoro. Memiliki tugas dan fungsi pokok dalam menyampaikan informasi kepada prajurit, PNS dan keluarganya, maupun masyarakat luas.

Strategisnya keberadaan Pendam IV/Diponegoro, membuat satuan ini harus memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam hal penguasaan IT. Untuk itu, kemampuan personelnya harus terus diasah dan ditingkatkan. Salah satunya, mengandalkan kecepatan dalam mengolah informasi guna menangkal berita bohong atau Hoax. Seringkali dimunculkan pihak-pihak tertentu, yang ingin menciptakan situasi tidak kondusif dan kebingungan di masyarakat.

"Selain untuk menyajikan informsi yang valid dan terkini, sekaligus digunakan bagi menangkal Hoax. Jangan sampai Hoax menciptakan opini di masyarakat luas. Apalagi di tengah era Industri 4.0, ancaman teknologi informasi pun semakin kompleks dan dinamis,'' papar Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, saat menyampaikan arahan kepada prajurit dan PNS Pendam IV/Diponegoro saat jam Komandan, di Aula Mapendam, Jumat (11/1).

Dia menambahkan, jaringan komunikasi yang telah tergelar dan terbuka lebar harus bisa diberdayakan secara maksimal. Setiap personel Pendam IV/Diponegoro harus mampu menggunakan kecerdasan intelejensi dan emosionalnya. Dilandasi kemauan beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, guna mendukung tugas pokok.

"Personel Pendam IV/Diponegoro harus memiliki kemampuan dan kecepatan di atas rata-rata dalam menguasai, mengikuti, mengolah, dan menyajikan informasi berbasis teknologi. Selain itu, harus cepat dalam menangkal informasi yang merugikan TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro. Perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan untuk membantu mempermudah pelaksanaan tugas," kata dia.

Selama ini, ungkap dia, seringkali terjadi hipperrealitas informasi dimana kebenaran media diatas kebenaran realita. Sebagai contoh saat ada sajian berita media ternyata Hoax, namun karena masifnya pemberitaan maka berita yang salah bisa dianggap suatu kebenaran.

"Bila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangkal, tentu akan membahayakan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Insan penerangan harus bisa menangkal Hoax dengan memberikan informasi pemberitaan yang didasari data dan fakta secara cepat," imbuhnya.


(Muhammad Arif Prayoga/CN26/SM Network)