• KANAL BERITA

PAD Pariwisata Wonosobo Capai Rp 5,084 Miliar

NIKMATI WAHANA: Sejumlah wisatawan menikmati wahana di Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo yang telah dilakukan proses pembenahan, kemarin.  (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
NIKMATI WAHANA: Sejumlah wisatawan menikmati wahana di Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo yang telah dilakukan proses pembenahan, kemarin.  (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mencatat realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sepanjang 2019 mencapai Rp 5,084 miliar.

Jumlah tersebut melampaui target yang ditentukan yang hanya sebesar Rp 3,828 miliar. Penerimaan PAD dari sektor pariwisata melebihi target, dengan persentase penerimaan mencapai 100,46 persen.

Kepala Disparbud Wonosobo One Andang Wardoyo menyebutkan, untuk realisasi penerimaan pendapatan dari sektor pariwisata, terbesar disumbangkan dari retribusi tempat rekreasi dan olahraga, yakni mencapai Rp 4,983 miliar. Dari obyek wisata sendiri, Dataran Tinggi Dieng masih menjadi penyumbang terbesar PAD Wonosobo dari sektor wisata.

"Dieng telah menyumbangkan PAD mencapai Rp 3 miliar lebih, karena masih diminati banyak wisatawan," ungkapnya Jumat (11/1) siang.

Menurutnya, sumbangan dari retribusi tempat rekreasi dan olahraga tahun 2018 meningkat tajam dari target yang ditentukan sebesar Rp 3,773 miliar. Kemudian untuk hasil dari pemanfaatan kekayaan daerah sewa, dari target mencapai Rp 55,92 juta, hanya terealisasi sebesar Rp 46,39 juta. "Geliat pariwisata Wonosobo pada 2018 memang cukup meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena penjagaan dan pengelolaan pos jaga lebih maksimal," beber dia.

Sumbangan terbesar sektor wisata memang dari Dieng, kata dia, karena sejumlah sektor wisata yang dikelola Disparbud dalam proses pembenahan-pembenahan di 2018. Seperti halnya Taman Rekreasi Kalianget, sejumlah wahana baru dilakukan pembenahan. Pada akhir tahun telah dibuka namun belum maksimal.

"Nantinya kalau sudah tertata pasti pendapatan dari Kalianget kedepan akan semakin maksimal," tuturnya.

Sementara itu, kata dia, pemanfaatan rekreasi di Wadaslintang, dinilai memang kurang optimal mendapatkan kontribusi bagi PAD. Begitupun kawasan Telaga Menjer, karena masih adanya dua loket penarikan membuat realisasi PAD tak maksimal. Pihaknya bakal terus berupaya agar pengelolaan bisa dikerjasamakan, sehingga pendapatan bisa lebih maksimal. Begitupun masyarakat akan lebih nyaman saat berkunjung.  

Andang mengaku di 2019, pihak menargetkan PAD sektor pariwisata bisa mencapai Rp 7 milyar dengan cara menaikkan tarif objek wisata di beberapa lokasi sudah dilakukan perbaikan dan pengembangan wisata. Beberapa destinasi yang masih dilakukan perbaikan maupun pengembangan antara lain kawasan wisata Dieng, Tuk Bimo Lukar, Taman Syailendra dan Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo.

Disebutkan, meskipun akan ada kenaikan tarif tiket kunjungan, Andang mengaku masih menggodok adanya rencana ticketing satu pintu yang nantinya akan memudahkan wisatawan dalam menikmati keindahan alam maupun budaya Wonosobo.

Selain itu Andang membeberkan di bulan Juni atau Juli , pihaknya juga telah menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk menyelenggarakan even budaya terbesar yang berisi tentang penampilan budaya serta kearifan lokal Wonosobo bertajuk Festival Sindoro Sumbing.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)