• KANAL BERITA

BPBD Usulkan 16 Pompa Pengendali Banjir

POMPA BANJIR : Salah satu pompa pengendali banjir di wilayah Sukoharjo. (Foto: suaramerdeka.com/Ari Welianto)
POMPA BANJIR : Salah satu pompa pengendali banjir di wilayah Sukoharjo. (Foto: suaramerdeka.com/Ari Welianto)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo mengusulkan pengadaan 16 pompa pengendali banjir ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pompa-pompa tersebut bakat ditempatkan di 16 titik rawan bencana banjir.

BPBD mengakui sejumlah titik di Sukoharjo rawan banjir, namun minim pompa sebagai salah satu pengendali banjir. Saat ini, di Sukoharjo baru ada tiga pompa ,sehingga jauh dari cukup untuk mencakup jumlah daerah yang terancam kebanjiran.

‘’Kita masih butuh pompa buat di wilayah yang rawan banjir. Sudah kami ajukan permohonan ke BBWSBS, sebelumnya mengajukan langsung ke presiden tapi itu memang kewenangan BBWSBS,’’ ujar Kepala BPBD Sukoharja, Tri Maryanto.

Ada 16 titik yang diusulkan untuk dipasang pompa. Wilayah Grogol empat titik, wilayah Polokarto dua titik dan Mojolaban 10 titik. Sejauh ini baru ada tiga lokasi yang terdapat pompa dan rumahnya, yaitu di Langgen Harjo dan dua di Kadokan di Wilayah Grogol.

Fungsi pompa itu untuk memompa banjir di permukiman warga kemudian dibuang ke sungai, sehingga air cepat menyusut. ‘’Ini sangat efektif untuk meminimalisasi kerugian yang lebih parah, itu daerah yang rawan terjadi bencana banjir,’’ sambungnya.

Namun BPBD menyatakan penggadaan belum bisa terealisasi dalam waktu dekat, kendati sudah diprogramkan BBWSBS. Saat ini, kata Maryanto, BBWSBS masih fokus pengerjaan proyek embung dan bendungan untuk penanggulangan banjir.

 ‘’Sudah di programkan tapi belum menjadi prioritas BBWSBS. Kami berharap ini bisa secepatnya direalisasikan karena sudah mendesak,’’ ungkapnya. Tri Maryanto, mengatakan terus menjalin komunikasi dengan BBWSBS untuk penanganan banjir di wilayah Sukoharjo.


(Ari Welianto/CN41/SM Network)