• KANAL BERITA

Bantuan PLP Dijajakan, Uangnya Didonasikan ke Korban Bencana

SORTIR PAKAIAN : Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Boyolali bersama pelajar menyortir pakaian layak pakai bantuan dari para donatur, Jumat (11/1). (suaramerdeka.com/Budi Sarmun)
SORTIR PAKAIAN : Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Boyolali bersama pelajar menyortir pakaian layak pakai bantuan dari para donatur, Jumat (11/1). (suaramerdeka.com/Budi Sarmun)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Boyolali membuat terobosan penting dalam hal pengelolaan donasi dari dermawan. Bantuan berupa pakaian layak pakai (PLP) dari dermawan/donatur tidak seluruhnya disumbangkan ke korban bencana alam. Pakaian-pakaian yang masih layak pakai ini dikemas lagi dan dijual lagi kepada masyarakat sekitar atau pedesaan yang membutuhkan. 

Rupa-rupanya konsep ini berjalan mulus. Banyak masyarakat yang bersedia membeli PLP untuk dipakai di rumah atau hanya sekedar sebagai pakai ganti ke sawah atau gunung.

Hal ini disampaikan Sekretaris FPRB Boyolali Agung Nugroho, Jumat (11/1). Agung menjelaskan, sampai kemarin total penjualan PLP kepada masyarakat baik langsung ke base camp FPRB di Jalan Boyolali-Magelang, Tegalrejo, Winong Boyolali atau melalui media sosial mencapai Rp 1.350.000.

"Alhamdulillah upaya kami menjajakan PLP berjalan baik. Saat ini terkumpul dana Rp 1.350.000, dana yang terkumpul kembali didonasikan kepada korban bencana alam," katanya.

Agung mengungkapkan, mereka yang berminat membeli pakaian layak pakai ini umum warga, lalu petani, pencari kayu bakar atau pekerja kasar. Pakaian yang dibeli tadi dipakai ke sawah, ke hutan atau bekerja di bangunan.

"Jadi semacam sebagai pakaian telesan. warga di Selo (lereng Merbabu) di pedesaan senang membeli pakaian ini. Meski pakaian rusak sedikit kena noda," kata Agung.

Dikatakan, upaya menjajakan PLP kepada yang membutuhkan di sekitar Boyolali ini ditempuh karena ada alasan yang mendasar. Dikatakan, saat ada bencana gempat/tsunami Lombok dan Palu, ada bantuan PLP sekitar 3 ton dikirim ke lokasi bencana. Namun sesampainya di lokasi bencana nyaris bantuan ini tidak tersentuh karena alasan-alasan tertentu dari korban bencana.

"Tadi itu pengalaman relawan FPRB. Daripada donasi dermawan ini tidak berguna di lokasi bencana lebih baik diuangkan dan uangnya bisa dikirim di lokasi bencana atau dibelikan logistik yang bermanfaat."

Koordinator FPRB Yanto ''Goweng'' Budiyono menjelaskan, selama beraktivitas ini, relawan FPRB dibantu pelajar/mahasiswa asal Boyolali, Solo dan Saltiga menggalang bantuan.

 "Karena memang komunitas ini anggotanya memang siswa SMA/SMK dan mahasiswa. Tujuannya untuk melatih dan menumbuhkan kesadaran pelajar peduli terhadap lingkungan dan sosial kemanusiaan dari usia dini," imbuh Goweng.


(Budi Sarmun/CN41/SM Network)