• KANAL BERITA

IPHI Siap Lakukan Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional

FOTO BERSAMA : Ketua PW Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng H Harsono dan para pengurus foto bersama dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg bersama wakil rektor dan dekan usai melakukan penandatanganan kerja di ruang rektor. (Foto: suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
FOTO BERSAMA : Ketua PW Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng H Harsono dan para pengurus foto bersama dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Dr H Muhibbin MAg bersama wakil rektor dan dekan usai melakukan penandatanganan kerja di ruang rektor. (Foto: suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jateng, kemarin melakukan penandatangan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penandatanganan di ruang rektor Jalan Walisongo, Jrakah Semarang dilakukan Ketua IPHI Jateng H Harsono dan Rektor Prof Dr H Muhibbin.

Di tempat yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja sama (PKs) antara IPHI dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Dr H Awaluddin Pimay dalam bidang penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah profesional.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas pembimbing ibadah haji dan umrah yang profesional dan memenuhi standart kompetensi yang ditetapkan Kementerian Agama, IPHI Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN akan menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional tahun 2019,” kata Ketua IPHI Jateng Harsono.

Menurutnya, peserta yang lulus sertifikasi ini akan mendapatkan Sertifikat Pembimbing Haji Profesional yang ditanda tangani Rektor UIN Walisongo dan Dirjen Pembinaan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI.

"Mereka yang sudah lulus berhak menjadi pembimbing ibadah haji baik di dalam negeri maupun di tanah haram,'' katanya.

Menurut Harsono, sertifikasi pembimbing haji profesional yang akan dilaksanakan selama 8 hari di Semarang pada April 2019, tidak hanya diperuntukkan khusus bagi pengurus IPHI se-Jawa Tengah saja, tetapi masyarakat umum bisa mengikutinya apabila memenuhi syarat sebagaimana diatur di SK Dirjen PHU Kemenag RI Nomor D/127/2016.

''Syarat peserta yang mutlak yaitu usia minimal 30 tahun dan maksimal 65 tahun serta sudah pernah melaksanakan ibadah haji,” kata Prof Dr H Imam Taufik selaku sekretaris IPHI Jateng yang juga Wakil Rektor II UIN Walisongo.

Masyarakat yang ingin mengikuti sertifikasi bisa berhubungan dengan Dr Ali Imron di 08122830732.

Pembimbing Profesional
Rektor Prof Muhibbin menyambut baik kerja sama tersebut. ''Seharusnya IPHI yang paling representatif memfasilitasi program sertifikasi pembimbing manasik haji. Karena IPHI yang punya massa haji dan hajjah secara luas di Jateng,'' katanya.

Untuk mencapai predikat mabrur baik haji maupun umrah, kata Muhibbin tidak gampang. Disamping harus niat  yang benar, modal yang benar, proses ritual ibadahnya juga harus benar.

''Supaya tahu benar atau salah pasti harus dibimbing pembimbing dan petugas yang profesional,'' katanya.
Harsono menambahkan, IPHI akan terus berusaha menjaga kemabruran para haji dan hajjah di Jateng yang jumlahnya tiap tahun terus bertambah.

''Para hujjaj dapat diberdayakan untuk berperan aktif dalam pembangunan dan mutu kehidupan bermasyarakat,'' katanya.

Saat ini, IPHI Jateng mempunyai 35 Pengurus Kabupaten/Kota hingga kecamatan se-Jateng. Selain itu IPHI juga mempunyai badan pelaksana organisasi yaitu Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) yang diketuai Dr H Muhamad Sulthon MA, Ketua Majelis Dzikir IPHI Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan, Ketua MajelisTaklim Perempuan (MTP) Dr Hj Yuyun Affandy, dan Ketua Angkatan Muda Haji (AMHI) Dr Hasan Asyari Ulamai.


(Agus Fathuddin/CN41/SM Network)