• KANAL BERITA

Panglima TNI: Indonesia Rentan Terpecah

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Media sosial kini dinilai tidak sekadar menjadi media komunikasi. Akan tetapi cenderung menjadi media provokasi dan adu domba.

 "Dengan mudah kita mencaci dan menghujat tanpa arah. Sehingga, tanpa disadari bangsa ini menjadi rentan untuk terpecah," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Lapangan Kesatrian Hartono, Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (11/1).

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Khusus Satuan Marinir, yang diikuti oleh 1.850 Prajurit Marinir beserta kendaraan tempurnya. Menurutnya, revolusi industri dengan teknologi informasinya, menyebabkan banjirnya informasi.

"Sehingga, informasi sangat sulit untuk dipilah dan diverifikasi kebenarannya. Bangsa Indonesia yang awalnya toleran, kini menjadi beringas dan mudah terbakar amarah," tandasnya.

Sebagai prajurit TNI, lanjutnya, loyalitas harus tegak lurus hanya kepada Negara dan pimpinan TNI. Hal itu demi menjaga garis komando serta legalitas pergerakan pasukan.

"Hati-hati dan hindari pesan-pesan viral di medsos yang cenderung memecah belah soliditas TNI. Laporkan kepada pimpinan secara garis komando, bila menemui persoalan, khususnya dengan instansi samping," tukasnya.

Semakin Kompleks

 Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan bahwa ancaman lain yang juga bergerak semakin kompleks adalah teknologi perang. Dikatakan, saat ini mode perang mengalami disrupsi.

 "Sehingga ke depan, kita bisa saja bertempur melawan robot, drone atau senjata tanpa awak atau mode asimetris lainnya. Oleh karena itu saya memerintahkan agar Korps Marinir tidak boleh berpuas diri dengan segala keberhasilannya," tegas Hadi.

 Selain itu, kata dia, Marinir juga harus terus meningkatkan kemampuan perorangan dan satuan. Marinir juga diperintahkan untuk melakukan adaptasi cepat terhadap berbagai kemajuan dan perubahan yang ada.

 "Ingatlah filosofi kemampuan seorang Marinir sebagai pasukan perintis, yang mampu hidup dan bersenyawa dengan lingkungan sekitarnya. Teguhkan hati dalam mengabdi pada negara, demi menjaga tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI," imbuhnya.

 Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, Marinir sudah ditempa untuk menjadi garda terdepan negara. Hal tersebut bukan hanya kiasan, melainkan juga suatu kenyataan.

 "Marinir adalah ujung tombak dalam setiap pendaratan. Sesulit apapun situasi yang kita hadapi, sebesar apapun tantangan yang menghadang, Marinir tidak boleh goyah dan harus mampu bertahan sebagai perintis. Dalam konteks ini, NKRI adalah harga mati," ucapnya.


(Saktia Andri Susilo/CN41/SM Network)