• KANAL BERITA

Pendapatan Wisata Wonogiri Mencapai Rp 5,6 Miliar

NAIK ATV : Pengunjung naik kendaraan roda empat ATV di tepi Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
NAIK ATV : Pengunjung naik kendaraan roda empat ATV di tepi Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Pendapatan dari sektor wisata dan olah raga di Kabupaten Wonogiri selama 2018 mencapai Rp 5.605.169.090. Perolehan itu telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 5.565.000.000.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Wonogiri Sentot Sujarwoko mengatakan, dari enam obyek wisata yang dikelola Pemkab, empat di antaranya telah melampaui target pendapatan. Adapun dua obyek wisata lainnya tidak mencapai target yang ditetapkan. "Kawasan Museum Karst Indonesia dan Gua Putri Kencana tidak mencapai target. Lainnya melampaui target," katanya, Jumat (11/1).

Dia memaparkan, tempat rekreasi Kota Wonogiri yang didalamnya termasuk Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) mampu mencetak pendapatan hingga Rp 3.589.318.800. Sedangkan obyek wisata Kahyangan mencetak pendapatan Rp 35.261.200, obyek wisata Pantai Sembukan Rp 84.631.200, dan obyek wisata air terjun Girimanik Setren mencetak pendapatan Rp 83.082.400.

Adapun obyek wisata Kawasan Museum Karst Indonesia mencetak pendapatan Rp 195.362.900 dan obyek wisata Gua Putri Kencana memperoleh Rp 8.859.400. Padahal, target yang ditetapkan tahun 2018 lalu untuk obyek wisata Kawasan Museum Karst Indonesia sebesar Rp 200.000.000 dan obyek wisata Gua Putri Kencana sebesar Rp 15.000.000.

Sentot menerangkan, obyek wisata Kawasan Museum Karst Indonesia tidak mampu mencapai target karena museumnya pernah mengalami kerusakan akibat banjir besar, 28 November 2017 lalu. Kerusakan itu sempat membuat museum ditutup selama empat bulan.

"Tetapi, pendapatan di Museum Karst dan Gua Putri Kencana yang dibawah target itu bisa ditutup oleh pendapatan dari obyek wisata termasuk Waduk Gajahmungkur yang melebihi target. Sehingga secara keseluruhan pendapatan selama 2018 dapat melebihi target," terangnya.

Di sisi lain, isu bencana gelombang tinggi yang mencuat akhir tahun 2018 lalu justru mendongkrak jumlah wisatawan di obyek-obyek wisata selain pantai. "Saya sempat menanyai beberapa pengunjung, kenapa tidak berlibur di pantai. Mereka menjawab takut gelombang tinggi. Saya juga cek beberapa wisata pantai, ternyata memang mengalami penurunan pengunjung," ujarnya.


(Khalid Yogi/CN41/SM Network)