• KANAL BERITA

Mediator Sengketa Bentuk AMK

 SERAHKAN SK: Ketua Pengadilan Agama Kudus Drs Ali Mufid menyerahkan SK kepada ketua asosiasi mediator Kudus (AMK) Dr Sukresno SH MHum. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
SERAHKAN SK: Ketua Pengadilan Agama Kudus Drs Ali Mufid menyerahkan SK kepada ketua asosiasi mediator Kudus (AMK) Dr Sukresno SH MHum. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

KUDUS, suaramerdeka.com - Mediator sengketa di Kabupaten Kudus membentuk Asosisasi Mediator Kudus (AMK) yang diresmikan di aula Pengadilan Agama (PA) Kudus Jum'at (11/1).

"AMK ini sebagai wadah bagi mediator untuk melaksanakan aktualisasi diri sebagai mediator," ungkap ketua AMK Dr Sukresno Sh MHum Mediator pada kegiatan peresmian AMK.

Dibentuknya AMK ini juga sebagai implementasi pengabdian masyarakat yang membutuhkan penyelesaian sengketa melalui musyawarah yang dibantu oleh mediator. Peran mediator dalam menyelesaikan kasus sengketa saat ini sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya kritikan yang ditujukan kepada keberadaan, fungsi, dan peran peradilan.

Menurut Sukresno, peran dan fungsi peradilan dianggap terlalu padat, lamban dan membuang waktu, biaya mahal, kurang tanggap, serta terlampau teknis. Oleh karena itu, mediator yang tergabung dalam AMK diharapkan menjadi solusi dengan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya murah.

"Mediator di sini berfungsi menengahi dan menyelesaikan sengketa sebagai pihak atau posisi yang netral," katanya.

Dia berharap pengusaha ataupun pihak lain yang membutuhkan mediator di kabupaten Kudus dan sekitarnya bisa memanfaatkan mediator di AMK.

Sementara itu Ketua Pengadilan Agama Kudus Drs Ali Mufid menyampaikan, mediator memang sangat dibutuhkan saat ini, sehingga keberadaan AMK juga disambut sangat baik. Setiap penyelesaian sengketa melaui pengadilan, dalam hal ini pengadilan juga harus memberikan kesempatan kedua belah pihak untuk berdamai.

Sepanjang tahun 2018, ada 1.351 perkara yang masuk PA Kudus. 288 kasus melalui mediasi, dan yang berhasil diselesaikan melalui mediasi ini hanya 11 kasus. Diharapkan, dengan adakanya AMK, akan ada banyak perkara yang
bisa diselesaikan melalui mediasi.


(Septina Nafiyanti/CN41/SM Network)