• KANAL BERITA

Membawa Belati, TNI Gadungan Ditangkap Saat Dangdutan

Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Jaka Wibawa menanyai TNI gadungan di Polres Wonogiri, Kamis (10/1). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Jaka Wibawa menanyai TNI gadungan di Polres Wonogiri, Kamis (10/1). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota TNI ditangkap saat sedang berjoget di panggung hiburan dangdut di Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. Pria bernama Aries Setiawan (25) warga Desa Sukaresmi RT2 RW1 Kecamatan Selatan, Kabupaten Bekasi itu juga membawa belati dibalik jaketnya.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidyati melalui Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa didampingi Kasubbag Humas Kompol Hariyanto mengatakan, kasus itu bermula saat tersangka menonton hiburan dangdut dalam acara "Wiroko Padhang Jingglang Fair 2018", 1 Januari lalu.

"Acara itu digelar saat peresmian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dam UMKM di Desa Wiroko," kata Jaka.

Awalnya tersangka hendak berjoget sambil memperkenalkan diri sebagai anggota TNI berpangkat Sertu dari Yon Armed 7 Bekasi. Warga yang saat itu mendengar langsung bertanya kepada anggota TNI dan Polri yang sedang melakukan pengamanan, ternyata para petugas tidak ada yang kenal.

Ketika berjoget di atas panggung, sebilah belati atau sangkur terlihat tersingkap dari balik jaketnya. Melihat hal itu, anggota TNI dan Polri yang sedang berjaga langsung mengamankan dan membawanya ke Koramil Tirtomoyo.

Di Koramil, tersangka awalnya masih mengaku sebagai anggota TNI. Namun ketika diinterogasi dan disuruh mengucapkan Sapta Marga dan Nomor Registrasi Pusat (NRP), pria itu tidak bisa menjawab.

"Di Koramil, tersangka ditanyai oleh Kapolsek Tirtomoyo AKP Sarno bersama anggota TNI Koramil Tirtomoyo Serka Lexsi dan Koptu Siswadi. Karena bukan anggota TNI, dia akhirnya dibawa ke Polsek Tirtomoyo," terangnya.

Polisi menyita sebilah belati dan satu unit sepeda motor Honda CBR 150 bernomor polisi AD 3212 VI sebagai barang bukti. Tersangka dijerat dengan Undang-undang Darurat RI no 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara.

Sementara itu, tersangka mengaku pernah dua kali mendaftar TNI namun tidak diterima. Dia membawa senjata tajam dengan alasan untuk berjaga-jaga jika ada keributan.

"Saya bawa sangkur dan mengaku TNI untuk jaga-jaga kalau ada keributan," katanya.


(Khalid Yogi/CN42/SM Network)