• KANAL BERITA

Imbas Trump Tutup Pemerintahan, Gaji Agen FBI Belum Dibayar

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penutupan sebagian pemerintahan AS oleh Presiden Donald Trump membawa dampak bagi Biro Penyelidik Federal (FBI). Mereka memperingatkan  hal itu bisa mengancam proses penyelidikan dan menurunkan motivasi para agen.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (11/1), Asosiasi Agen FBI (FBIAA), mengungkapkan, para agen tetap bekerja untuk rakyat AS tetapi belum digaji, dan pimpinan FBI mencoba segala cara mempertahankan operasional dengan dana yang terbatas. "Situasi ini tidak bisa terus-terusan terjadi," demikian pernyataan FBIAA.

Petisi kepada Gedung Putih dan Kongres dikirimkan para agen FBI, karena belum mereka menerima gaji sejak 11 Januari disebabkan karena penutupan pemerintahan AS. 
Menurut mereka hal itu bisa membuat masalah keuangan bagi setiap agen, karena mereka harus makan minum dan membayar sejumlah tagihan bulanan.

"Gaji yang belum dibayar itu bisa menyebabkan keterlambatan ketika agen harus memperbarui izin-izin mereka, dan bahkan bisa membuat sejumlah agen kesulitan melanjutkan penyidikan," demikian bunyi pernyataan itu.

"Masalah keuangan yang berlanjut ini bisa menyebabkan para agen dalam posisi rentan, dan bisa menyebabkan para agen FBI mempertimbangkan mencari pekerjaan baru yang lebih stabil bagi mereka dan keluarga," lanjut isi pernyataan itu.

Lembaga itu beranggotakan 13 ribu agen khusus FBI. Mereka menangani segala macam perkara hukum, mulai dari kekerasan, kejahatan ekonomi, spionase, sampai terorisme.

Penutupan sebagian pemerintahan AS yang dimulai sejak 22 Desember 2018 hingga kini belum juga berakhir. Jika situasi ini berlanjut sampai Sabtu (12/1) besok, maka ini menjadi yang terlama dalam sejarah Amerika Serikat.

Hal ini bermula saat Dewan Perwakilan menolak menyetujui pengajuan anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko sebesar US$5 miliar. Trump tetap pada pendiriannya. 

Perundingan kedua belah pihak belum menemukan jalan keluar. Pertemuan antara Trump dengan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan pemimpin fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer kemarin berjalan tanpa hasil. Trump dilaporkan walk out karena Nancy dan Chuck menyatakan tetap tidak akan meloloskan proposal anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan. 


(CNN/CN19/SM Network)