• KANAL BERITA

Guru Pendamping Diminta Lakukan Deteksi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Para guru pendamping khusus yang ada di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan layanan pendidikan inklusi di Kabupaten Banyumas, diminta untuk melakukan kegiatan deteksi sederhana terhadap siswa yang memiliki kebutuhan khusus.

Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Agus Wahidin, mengatakan dengan melakukan deteksi sederhana, diharapkan mereka dapat mengetahui jenis atau kategori anak berkebutuhan khusus tersebut.

''Dengan adanya deteksi sederhana, nanti bisa diketahui kategorinya apakah termasuk anak yang lambat belajar (slow learning), hiperaktif maupun yang lain,'' ungkapnya.

Dia menilai, proses deteksi dapat dilakukan oleh para guru pendamping, apalagi sebagian dari mereka juga telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) tentang cara-cara mendeteksi dan menangani anak berkebutuhan khusus (ABK).

''Kalau misalnya mereka belum bisa melakukan deteksi terhadap keberadaan ABK, pihak sekolah dapat menjalin kerja sama dengan pihak luar, dalam hal ini lembaga atau instansi yang memiliki kemampuan dalam melakukan deteksi kategori ABK,'' terangnya.

Adapun terkait ketersediaan guru pendamping khusus bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara layanan pendidikan inklusi, dia mengatakan, pada dasarnya setiap sekolah memiliki kesiapan untuk menyediakan guru tersebut.

Sebenarnya guru pendamping siswa berkebutuhan khusus dapat berasal dari guru umum yang mendapatkan pelatihan secara khusus untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus.

''Saat ini jumlah guru yang sudah mendapatkan pelatihan juga terus bertambah, sehingga semestinya sekolah memiliki kesiapan,'' jelasnya.

Agus menambahkan, pendidikan inklusif di Kabupaten Banyumas saat ini dijadikan sebagai sebuah gerakan yang dinamai dengan Gerakan Pendidikan Inklusif untuk Masyarakat Banyumas (Gendis Mamas).  Gerakan ini bertujuan menjembatani ABK yang kesulitan mendapatkan layanan pendidikan di jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB).

''ABK yang tadinya mengalami kesulitan ke SLB, dengan adanya program ini mereka bisa dengan mudah mendapatkan sekolah sesuai dengan kebutuhannya di wilayahnya sendiri,'' terangnya.


(Budi Setyawan/CN19/SM Network)