• KANAL BERITA

Tanggul Sinoman Jebol, Dukuh Triwil Terendam

TERENDAM : Warga nampak beraktivitas meskipun terendam banjir. (suaramerdeka.com / Beni Dewa)
TERENDAM : Warga nampak beraktivitas meskipun terendam banjir. (suaramerdeka.com / Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Tanggul Sungai Simo di Dukuh Triwil, Desa Sinoman, Kecamatan Kota jebol sepanjang 15 meter, sehingga luapan air sungai itu merendam di sawah dan perkampungan sekitar 30 sentimeter.

Kepala Desa Sinoman, Kecamatan Kota Triyono mengatakan banjir itu terjadi sekitar Kamis (10/1) pukul 16.00. Aliran air diketahui berasal dari Pegunungan Muria. Lantaran Sungai Simo penuh sampah menyebabkan tanggul di desanya itu jebol. ‘’Harapannya kami tentu dari dinas pekerjaan umum (DPU) bisa menyiagakan alat berat sehingga saat ada banjir seperti ini bisa segera ditangani. Terutama untuk memperbaiki tanggul,’’ terangnya.

Tumpukan sampah di Sungai Simo menyebabkan tanggul itu jebol dan di sejumlah titik di pinggir jalur pantura air melimpas ke jalur pantura Pati-Juwana. Salah satu titik banjir pada Kamis (10/1) terjadi di Desa Widorokandang, sebelah utara pertigaan Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Dari pantauan di lapangan tumpukan sampah terlihat di beberapa titik. Terutama di dekat jembatan di sepanjang sungai tersebut. Sampah berupa ranting, rumah tangga, dan lainnya. Akibat genangan di jalur pantura tersebut sejumlah kendaraan berjalan melamban, namun genangan 20 sentimeter tidak menganggu kendaraan yang melintas.

Kepala Desa Sinoman, Kecamatan Kota Triyono khawatir banjir rawan menyebabkan kerugian lantaran air sungai membawa lumpur yang masuk ke permukiman dan areal persawahan. ‘’Setidaknya 40 hektare sawah tergenang banjir. Kami khawatir gagal panen karena air membawa lumpur. Meskipun airnya cepat surut tentu lumpur tadi akan mengendap di padi. Jika satu hektare bisa merugi hingga Rp 6 juta maka potensi kerugian akibat gagal panen bisa Rp 240 juta,’’ tambahnya.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kasat Sabhara AKP Sugino mengatakan, faktor banjir karena tumpukan sampah yang ekstrem. Diperlukan pembersihan sampah sebelum perbaikan tanggul.  ‘’Jika tidak segera ditangani kami khawatir banjir ini akan melebar,’’tambahnya.


(Beni Dewa/CN26/SM Network)