• KANAL BERITA

Perampok Lompati Dua Tembok dengan Tangga Rakitan

BARANG BUKTI : Petugas mengamankan barang bukti dua buah tangga saat perampokan di Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Kecamatan Kota. (suaramerdeka.com / Beni Dewa)
BARANG BUKTI : Petugas mengamankan barang bukti dua buah tangga saat perampokan di Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Kecamatan Kota. (suaramerdeka.com / Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com – Kawanan perampok yang beraksi di rumah juragan pengolahan burung walet di Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, pada Rabu dini hari pukul 02.00, diduga masuk rumah melompati dua tembok pembatas rumah menggunakan tangga rakitan sendiri.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana menyebut pelaku cukup professional, mempersiapkan aksi secara matang sehingga mampu memerdaya dua penjaga rumah. Bahkan bisa melewati dua lapis dinding tembok setinggi lebih dari empat meter.

‘’Jadi ada dua dinding di rumah tersebut. Dinding terluar berbatasan dengan sawah dan dinding di dalam membatasi antara halaman rumah dan kebon. Keduanya memiliki lebih dari tinggi empat meter. Meski begitu kawanan perampok itu tetap bisa melewatinya,’’terangnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, petugas mendapatkan sejumlah bukti dan fakta terbaru. Terkait benda serupa senjata api bukan semacam senpi jenis FN ataupun revolver. ‘’Dari keterangan saksi yang kami himpun menyebut jika benda semacam senpi itu mirip model FN hanya rupanya bentuknya diakui jelek tidak seperti pabrikan atau serupa senpi rakitan,’’ terang Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana.

Pelaku diketahui nekat memasuki rumah tersebut dengan melompati tembok belakang menggunakan yang mereka buat terlebih dahulu. ‘’Tangga dibuat dari pohon sengon. Pohon itu diduga dari pinggir jalan lingkar karena memang ada bekas potongannya. Rupanya para pelaku telah menyiapkan gergaji juga, sehingga dimungkinkan telah dipersiapkan dengan matang. Sedangkan tangganya juga berhasil ditemukan,’’ tambahnya.

Dugaan para pelaku melompat dari tembok belakang itupun diperkuat dengan adanya ceceran darah dari pelaku. Diduga pelaku ada yang terluka saat mencoba melompati dinding tersebut. Kebetulan di atas dinding itu memang ada pecahan kaca yang dipasang sebagai pengaman.

‘’Para pelaku datang dari arah jalan lingkar selatan (JLS) yang tidak jauh dari TKP. Kemudian mendatangi rumah korban dari belakang baru kemudian melompati dinding dan masuk kedalam rumah. Pelaku berhasil menemukan brankas yang digunakan untuk menyimpan harta benda itu setelah mengancam istri korban. Saat ini kami masih berupaya mengungkap kasus tersebut,’’ tambahnya.


(Beni Dewa/CN26/SM Network)