• KANAL BERITA

Era Milenial Jadi Tantangan Ustadz dan Ustadzah

Bekali Santri Ilmu Agama dan Kontrol Penggunaan Gawai

PAWAI TAARUF : Para santri melakukan pawai taaruf saat kegiatan Festival Yanbua di halaman Gedung Sasana Adipura Wonosobo. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)
PAWAI TAARUF : Para santri melakukan pawai taaruf saat kegiatan Festival Yanbua di halaman Gedung Sasana Adipura Wonosobo. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Di era milenial seperti sekarang ini perkembangan teknologi informasi semakin tak terbendung. Begitupun kecanggihan teknologi, saat ini rupanya sudah bisa dinikmati semua kalangan, bahkan anak-anak. Untuk membendung agar penggunaan gawai tak semakin akut, upaya pembekalan generasi muda harus dilakukan sedini mungkin. Seperti halnya yang dilakukan Ustadz-ustadzah dalam gelaran Festival Yanbua pada belum lama ini.

Menurut salah satu peserta festival yang merupakan ustadz dari Taman Pendidikan Alquran Alhuda Kalibeber Akhmad Roobith Khasan, lembaganya sengaja mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu dikarenakan, pihaknya ingin memberikan edukasi terhadap santri nya untuk mengenalkan arti ukhuwah islamiyah atau persaudaraan umat Islam. Selain itu melalui kegiatan perlombaan yang telah digelar sebelumnya juga.

Menurutnya hal itu mampu memberikan motivasi bagi anak didiknya untuk mengamalkan isi kandungan Alquran yaitu berlomba lomba dalam kebaikan. Roobith menambahkan meskipun TPQ nya belum dapat mencapai target dalam perlombaan yang telah digelar, namun ia mengaku kegagalan mencapai target tersebut, dijadikan bahan evaluasi serta menjadikan lembaganya semakin terpacu untuk meraih predikat yang lebih baik pada penyelenggaraan festival tahun mendatang.

Dijelaskan, Festival Yanbua tersebut merupakan sebuah rangkaian even pengembangan pengetahuan serta Skill Santri yang menggunakan metode baca tulis quran Yanbua / dimana sebelumnya telah dilaksanakan musabaqoh atau perlombaan meliputi tartilul Quran, hifdzil atau menghafal Alquran, pidato bertema agama, karya tulis ilmiah, karikatur, serta mewarnai dan menggambar bagi santri di lembaga pendidikan alquran yang menggunakan metode Yanbua.

Kegiatan itu diikuti sekitar 7.000 santri dan 700 ustadz-ustadzah dari 72 lembaga pendidikan Quran se-Wonosobo, memadati halaman Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo untuk mengikuti gelaran Festival Yanbua. Ketua panitia kegiatan Muhammad Syaifuddin menegaskan perlunya santri konsisten atau istiqomah dalam menimba ilmu agama di era millennial, dimana godaan untuk tidak belajar agama bukan hanya dari mahluk tak kasat mata.

Gadged menurutnya seolah telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Selain itu Syaifuddin mengajak kepada elemen pendidikan agama Islam untuk senantiasa membaca serta mengamalkan isi kandungan Alquran. Di mana, kata dia, pada kitab suci umat muslim tersebut, mengandung nilai luhur serta panduan hidup tak hanya di dunia, namun juga panduan hingga di akhirat kelak.


(M Abdul Rohman/CN26/SM Network)