• KANAL BERITA

Ganjar Tegaskan Jangan Ada OTT di Jawa Tengah

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemprov Jawa Tengah terus berkomitmen untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas korupsi. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan akan menindaktegas apabila ada aparatur sipil negara (ASN) yang diduga melakukan pelanggaran kode etik berupa pungutan liar (pungli) atau korupsi.

Belum lama ini, Ganjar menerima laporan, ada jajarannya yang diduga melakukan pungli dan menerima gratifikasi. Ada tujuh orang yang telah dipanggil. Ganjar mengungkapkan, dari ketujuh orang yang telah dipanggil itu beberapa mengakuinya dan sebagian mengaku tidak tahu atau tidak mengakuinya.

“Saya masih mendapatkan laporan dari masyarakat, beberapa di antaranya saya cek sendiri. Ada yang mengelak, ada yang mengaku, ada yang pura-pura engga ngaku begitu. Semua sudah transparan. Maka saya ingatkan sekali lagi, saya tidak mau ada OTT di Jawa Tengah. Semua sudah saya ingatkan. Tolong please jangan korupsi, jangan terima gratifikasi dan jangan main pungli,” kata Ganjar, dilansir dari Radio Idola. 

Ganjar kembali menegaskan, “Mboten Korupsi Mboten Ngapusi” adalah konsep kerja ASN di Pemprov Jateng, yang merupakan integritas harga mati dan tidak bisa ditawar.

“Buat saya, integritas adalah harga mati. Jangan ada praktik korupsi, gratifikasi maupun pungli. Nek ono tak sembeleh,” tegasnya.


(ER Maya/CN19/SM Network)