• KANAL BERITA

Warga Bitingan Ingin Punya Pabrik Konveksi

ANTAR WARGA: Watno, ketua Pokdarwis Bitingan, Banjarnegara (dua dari kiri) mengantar empat warga Dieng yang kursus di LPK Eka Mulya Ungaran. Watno diterima Dirut LPK Eka Mulya Kusmanto (tiga dari kanan). (Foto: suaramerdeka.com/Ali Arifin)
ANTAR WARGA: Watno, ketua Pokdarwis Bitingan, Banjarnegara (dua dari kiri) mengantar empat warga Dieng yang kursus di LPK Eka Mulya Ungaran. Watno diterima Dirut LPK Eka Mulya Kusmanto (tiga dari kanan). (Foto: suaramerdeka.com/Ali Arifin)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Bitingan, Dieng, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara ingin memiliki pabrik konveksi. Sebab, selama ini kebutuhan membuat kaos atau baju untuk souvenir wisatawan beridentitas Dieng, termasuk kawasan wisata alam Curug Sirawe, Bitingan, dipesan dari luar kota. Baik dari Wonosobo, Pekalongan, hingga Semarang.

"Jika di Dieng ada pabrik konveksi, tentu kebutuhan kaos, baju, dan celana panjang/pendek untuk stok toko-toko souvenir di wilayah Dataran Tinggi Dieng, bisa dipenuhi dari sini. Tak perlu pesan di luar kota," jelas Watno, ketua Pokdarwis Bitingan, di sela-sela mengantar empat warga Bitingan Dieng kursus di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Eka Mulya, Ungaran, Kabupaten Semarang, kemarin.

Keempat warga Bitingan yang ikut kursus menjahit dan belajar membuat pola busana itu adalah Hindun Kusuma Dewi, Salisatul Mahfudloh, Siti Alqomah, dan Desi Juanita. Menurutnya apa yang akan dilakukan empat warga Bitingan tersebut adalah sesuatu hal yang baru sama sekali.

Sebab, selama ini para remaja lulusan SMP dan SMA kebanyakan merantau, bekerja di sektor informal atau berladang, membantu keluarga. Jarang yang bercita-cita jadi pedagang atau produsen sesuatu di luar menanam kentang dan sayur-sayuran. Padahal sudah bertahun-tahun, pangsa pasar untuk kaos dan baju souvenir identitas Dieng, sangat terbuka lebar.

"Sebenarnya pasar kaos/baju souvenir berciri khas Dieng itu bisa dilayani oleh industri konveksi rumahan, skala kecil, dan menengah. Untuk itulah kami berupaya mengubah mindset atau pola pikir para remaja maupun ibu-ibu muda untuk belajar dan terus belajar dari bertani ke industri. Tujuannya agar mengangkat taraf hidup diri sendiri, keluarga, dan perekonomian Dieng pada umumnya," tuturnya.

Produsen jajanan khas Dieng, Carica GRS Grojogan Sirawe, itu pun berharap ada kepedulian dari dinas atau instansi terkait, baik di level Kabupaten Banjarnegara maupun Provinsi Jawa Tengah. Ia ingin seluruh warga Bitingan dapat membuat souvenir berupa kaos dengan harga murah sehingga menarik minat wisatawan.


(Ali Arifin/CN41/SM Network)