• KANAL BERITA

Bocah Kelas V SD Tewas Tergantung

Petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya bocah kelas V sekolah dasar dalam posisi tergantung. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya bocah kelas V sekolah dasar dalam posisi tergantung. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com – TI (11), bocah kelas V SD , ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di belakang rumah, di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Kuat dugaan korban tewas akibat kecelakaan saat berlatih penguatan kaki menggunakan tali. Namun ada sebagian berspekulasi korban bunuh diri.

Dari informasi kejadian pada Sabtu (5/1) sekitar pukul 16.30 WIB, berawal saat Sri Utami, ibu korban bingung dan mencari-cari anaknya, TI. Lantaran dikira bermain di luar rumah, ibu korban mencari keluar.

Saat dicari di bagian belakang rumah, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di belandar kandang ayam. Sontak ibu korban berteriak histeris meminta pertolongan.

Warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian dan memberikan pertolongan. Namun, korban saat itu ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Musibah itu pun segera dilaporkan ke kepolisian yang kemudian segera mendatangi lokasi kejadian bersama tim medis.

Kapolres Pati, AKBP Jon Wesly, melalui Kasubaghumas, Iptu Agung Suharyono mengatakan, kejadian itu kini tengah diselidiki oleh petugas kepolisian. Awalnya diduga meninggal lantaran bunuh diri, namun polisi akan mendalami kasus itu.

‘’Tidak terdapat adanya tindak kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Sedangkan penyebab kematian korban disebabkan jeratan di leher tersebut,’’ ujarnya.

Selain dugaan bunuh diri, warga menyakini korban meninggal lantaran kecelakaan saat berlatih. Korban diketahui suka bermain sepak bila. Dugaan tersebut korban tengah berlatih penguatan kaki.

Latihan itu dilakukan dengan cara seutas tali panjang dua meter yang masing-masing ujungnya dibuat lingkaran atau kolong kecil untuk telapak kaki. Satu untuk telapak kaki, sedangkan ujung yang lain diletakkan ke dahi dengan diimbangi kedua tangan menghadap muka.

‘’Saat itulah diduga saat korban berlatih tali turun ke bawah ke kemiringan 20 derajat yang mengakibatkan tubuh korban tidak seimbang. Akibatnya ujung lipatan tali yang terletak di dahi turun keleher, sehingga menjerat leher korban dan menyebabkan korban meninggal tergantung melayang dengan posisi kepala di bawah,’’ ujar seorang warga.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)