• KANAL BERITA

Setahun, 22 Tewas Terseret Ombak Laut Selatan

Personel Satpolair Polres Kebumen menghalau anak-anak yang hendak mandi di Pantai Petanahan, Kebumen, Minggu (6/1). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Personel Satpolair Polres Kebumen menghalau anak-anak yang hendak mandi di Pantai Petanahan, Kebumen, Minggu (6/1). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sudah banyak warga dilaporkan tewas terseret ombak. Data Polres Kebumen menyebutkan, tahun 2018 terdapat 22 korban tewas terseret ombak laut selatan. Bahkan dua di antaranya belum ditemukan sampai dengan sekarang.

Namun kejadian itu tidak membuat warga masyarakat takut untuk mandi di laut. Pada saat tim gabungan patroli terpadu siaga gelombang tinggi menyasar Pantai Petanahan, personel Sat Polair Polres Kebumen Brigadir Wahyono mencoba menghalau warga yang tengah mandi di laut, Minggu (6/1).

Brigadir Wahyono berlari menghampiri warga yang sedang asyik mandi di laut. Warga tersebut mengaku bernama Deni warga sekitar pantai. Meski badannya basah dari ujung rambut hingga kaki, Deni mengelak kalau dia mandi di laut. "Saya nggak mandi pak. Cuma mencari Yutuk (undur-undur laut)," katanya.

Saat ditanya, apa tidak takut terbawa ombak? justru dia menjawab tidak. "Tidak takut pak, saya kan tidak mandi," katanya, sambil mencoba mengeringkan bajunya.

Mengetahui hal itu, Brigadir Wahyono meyakinkan Deni agar tidak lagi ke tengah karena saat ini gelombang laut sedang tinggi. "Meski tidak mandi, kami minta untuk tidak terlalu dekat dengan air. Saat ini sangat berbahaya," kata Brigadir Wahyono, dibarengi Deni meninggalkan air.

Gelombang Tinggi

Polres Kebumen menggelar apel terpadu siaga gelombang pasang laut selatan. Apel yang dipimpin oleh Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede, diikuti oleh BPBD, SAR, Tagana, PMI, Linmas, Kodim 0709, Linmas, sebagai antisipasi gelombang tinggi laut selatan sesuai peringatan BMKG.

Setelah apel pengecekan, personel bergerak ke sejumlah tempat wisata pantai untuk mengimbau kepada para pengunjung pantai supaya tidak terlalu ke selatan. "Kegiatan ini sebagai upaya dini agar tidak terjadi korban terseret ombak laut selatan, " ujar Kapolres Kebumen  AKBP Robertho Pardede.

Dengan menggunakan pengeras suara, Polres Kebumen bersama tim gabungan terpadu mengimbau kepada warga untuk segera menepi.

Selanjutnya peringatan dari BMKG disampaikan Ketua Pelaksana BPBD, Eko Widianto. Bahwa tinggi gelombang laut selatan Kebumen mencapai 4-6 Meter. Maka dengan demikian, risiko terseret ombak sewaktu-waktu sangat besar.

"Kegiatan ini merupakan suatu upaya untuk mencegah timbulnya korban. Kami bersama unsur terkait, mencoba melakukan pencegahan melalui imbauan, langsung kepada para wisatawan," kata Eko Widianto.


(Supriyanto/CN40/SM Network)