• KANAL BERITA

Kontrak RSUI Kustati Diputus BPJS, Pasien Kecele

Salah satu surat permohonan maaf manajemen RSUI Kustati Solo terhadap tak berlakunya layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit setempat, Rabu (2/1). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Salah satu surat permohonan maaf manajemen RSUI Kustati Solo terhadap tak berlakunya layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit setempat, Rabu (2/1). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com – Mulai Rabu 2 Januari 2019, Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Solo, sakit itu tidak lagi melayani pasien BPJS Kesehatan. Baik pemeriksaan tingkat pertama pada dokter fasilitas keluarga di poliklinik mau pun pasien rujukan.

Informasi dihentikannya pelayanan bagi pasien BPJS Kesehatan ditempel di salah satu sudut dinding kaca rumah sakit setempat. Sejumlah pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) program BPJS Kesehatan kecele saat hendak berobat.

"Saya tidak tahu kalau di sini tidak melayani pasien BPJS Kesehatan," kata Surya, seorang pasien, Rabu (2/1).

RSUI Kustati di Jalan Kapten Mulyadi, Pasarkliwon, Solo untuk sementara tak memberlakukan pelayanan BPJS Kesehatan, lantaran rumah sakit tersebut masih dalam proses memperbarui akreditasi. Aturan ini mengacu surat Menteri Kesehatan RI nomor HK.03.01/ Menkes/ 768/2018 tentang rekomendasi perpanjangan layanan Jaminan kesehatan Nasional (JKN).

"Mengacu pada surat tersebut, RSUI Kustati, tak masuk dalam 551 rumah sakit yang direkomendasikan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga kami masih berupaya melakukan perpanjangan untuk memperbarui akreditasi itu," kata Kabag Sekretariat RS Kustasti, Marlia, Rabu (2/1).

Marlia menuturkan, dari surat edaran tersebut ada 616 rumah sakit di Indonesia yang belum memperpanjang akreditasi. Namun dengan sejumlah pertimbangan, dari jumlah itu 551 rumah sakit direkomendasikan untuk tetap diperpanjang kontrak kerja sama dengan BPJS.

"Di Solo ada dua rumah sakit masuk rekomendasi tersebut, yakni RS Triharsi dan RS PKU Muhammadiyah. Sedang RSUI Kustati tak masuk dalam daftar, sehingga layanan BPJS Kesehatan kami hentikan sementara waktu," kata dia.

Kabag Sumber Daya manusia (SDM) RSUI Kustati, Pujianto menuturkan, surat edaran tersebut diterima mendadak, sehingga sosialisasi kepada pasien yang hendak berobat menggunakan layanan BPJS, tidak terkoordasi dengan baik.

Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan cabang Surakarta, Agus Purwanto, mengaku belum bisa berkomentar banyak, lantaran surat dari Kementerian Kesehatan terkait akreditasi. Ia mengatakan, perjanjian Rumah Sakit Kustati Solo dan BPJS Kesehatan berakhir 31 Desember 2018.

"Dan sampai 1 Januari 2019 pihak rumah sakit belum mempunyai sertifikasi akreditasi. Sehubungan dengan itu perjanjian kerja sama belum bisa diperpanjang," kata Agus, dalam keterangan tertulis.


(Langgeng Widodo, M Ilham Baktora/CN40/SM Network)