• KANAL BERITA

Ancaman Penjara Seumur Hidup, Tiga Tersangka Pungli Jenazah Korban Tsunami

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANTEN, suaramerdeka.com - Tiga tersangka pungutan liar (pungli) pada kegiatan pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Rumah Sakit Dr Dradjat Prawiranegara, Serang, akhirnya telah ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Banten. Mereka berinisial F (aparatur sipil negara), CV dan B yang keduanya karyawan swasta.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka oleh polisi, usai dilakukan gelar perkara, dan memeriksa lima orang sebagai saksi, Sabtu sore (29/12).

"Pemeriksaan dokumen-dokumen yang digunakan, kuitansi yang tidak resmi, digunakan oleh oknum [aparatur sipil negara] bersama dengan karyawan [sebuah perusahaan]," kata Kepala Pengawas Penyidik Polda Banten, AKBP Dadang Herli.

Menurutnya, ketiga tersangka memungut uang kepada keluarga korban tewas saat jenazah dibawa ke Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara keesokan hari setelah tsunami. Ketiganya dijerat pasal 12 huruf E Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana diubah dengan Undang undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Para pelaku diancam pidana kurungan penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

 


(VVN/CN40/SM Network)