• KANAL BERITA

Hutan Salem Cocok untuk Kebun Raya

Guru Besar Fakultas Biologi UGM Yogyakarta, Prof Dr Suwarno Hadisusanto (nomor dua dari kiri) bersama Prof Taufiqurrahman Syahuri (nomor 4) foto bersama dengan Camat Salem dan kades di Alun-alun Salem, Brebes. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
Guru Besar Fakultas Biologi UGM Yogyakarta, Prof Dr Suwarno Hadisusanto (nomor dua dari kiri) bersama Prof Taufiqurrahman Syahuri (nomor 4) foto bersama dengan Camat Salem dan kades di Alun-alun Salem, Brebes. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BREBES, suaramerdeka.com – Para ahli dari UGM Yogyakarta menyebut Salem memiliki potensi hutan luar biasa. Selain kopi, Kecamatan Salem memiliki keanekaragaman hayati, sehingga UGM tertarik untuk melakukan kajian mendalam di kawasan itu.

Bahkan muncul gagasan cocok dibangun kebun raya di Kecamatan Salem. Ide itu muncul saat diskusi bersama antara dua guru besar UGM dan camat, kepala desa serta masyarakat setempat.

“Salah satu potensi Salem adalah keanekaragaman hayati. Dengan luas hutan 10.072 hektare, sangat  menarik untuk menjadi lokasi dan objek pengamatan dan penetitian mahasiswa kami,” kata Guru Besar Fakultas Biologi UGM Yogyakarta, Prof Dr Suwarno Hadisusanto, saat berkunjung ke Salem, Rabu (26/12).

Dia didampingi Ahli Tata Negara, Prof Dr Taufiqurrahman Syahuri. Keduanya ditemui oleh Camat Nur Ari HY serta sejumlah kades di antaranya Darno (Kades Tembongraja), Kodar (Kades Salem) dan Slamet Becco (Kades Ciputih).

Menurut Prof Suwarno, Salem memiliki memiliki hutan lindung 710,8 hektare, kawasan perlindungan 3.877,9 hektare dan hutan produksi 5.483,8 hektare. "Potensi ini perlu dijaga dan dikembangkan ekosistemnya sehingga akan lestari dan tidak rusak," kata dia

Selaras dengan tersebut, Prof Taufiqurrahman Syahuri menyampaikan perihal peran desa melalui BUMDes dan peraturan desa yang mendukung tata kelola pemerintahan di setiap desa.

Camat Salem, Nur Ari HY, mengaku masih banyak potensi wilayahnya yang perlu didorong oleh pemerintah atau swasta. Seperti sektor ekonom yakni batik, kopi, makanan lokal dan kerajinan warga.

"Sedangkan potensi keaneka ragam hayati masih akan diteliti oleh UGM.“Dengan keterlibatan berbagai pihak, potensi akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata dia.


(Teguh Inpras Tribowo/CN40/SM Network)