• KANAL BERITA

Lima Sekolah Raih Adiwiyata Tingkat Nasional

SEKOLAH ADIWIYATA: Para perwakilan lima sekolah di Kota Magelang menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional tahun 2018 di Jakarta. (Foto: suaramerdeka.com/dok)
SEKOLAH ADIWIYATA: Para perwakilan lima sekolah di Kota Magelang menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional tahun 2018 di Jakarta. (Foto: suaramerdeka.com/dok)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Lima sekolah negeri di Kota Magelang menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional tahun 2018. Kelimanya antara lain SD 5 Kedungsari, SD 6 Magelang, SMP 10 Magelang, SMP 13 Magelang, dan SMK 2 Magelang.

Penghargaan diterima oleh perwakilan para penerima dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya di Auditorium Dr Ir Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, akhir pekan lalu. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang dinilai sangat peduli pada pengelolaan lingkungan.

“Program Adiwiyata sangat dibutuhkan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup. Juga diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Kepala SMP 13 Magelang, Yuliastuti di sekolahnya, Kamis (27/12).

Dikatakannya, program Adiwiyata juga merupakan aksi pendidikan lingkungan hidup yang merupakan suatu proses membangun populasi manusia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.

“Maka, program Adiwiyata ini diharapkan bukan hanya sebuah aktivitas biasa, melainkan untuk menekankan pembinaan dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan,” katanya.

Yuli mengaku, apa yang telah didapat ini bentuk kerja keras segenap warga sekolah yang telah berkomitmen dalam hal peduli dan berbudaya lingkungan. Penghargaan ini pun melengkapi apa yang sudah dicapai beberapa tahun sebelumnya.

“Tahun 2014 lalu, kami mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Magelang dan tahun 2015 menerima penghargaan serupa di tingkat provinsi. Tahun ini kita menerimanya di tingkat nasional, tentu merupakan kebanggaan,” jelasnya.

Menurutnya, proses untuk mendapatkan Adiwiyata tidak mudah, karena persaingan yang ketat dengan sekolah lain. Sebelumnya, ia mengirim persyaratan administrasi ke panitia penyelenggara. Selanjutnya dilakukan verifikasi lapangan guna mencocokkan apakah data yang dikirim sesuai dengan kondisi lapangan.

“Penilaian verifikasi lapangan ternyata tidak hanya pada kondisi lapangan semata, tetapi juga bagaimana pembiasaan warga sekolah peduli lingkungan. Caranya wawancara, khususnya dengan siswa sebagai warga sekolah yang harus aktif,” paparnya


(Asef Amani/CN41/SM Network)