• KANAL BERITA

TBC Jadi Penyakit Menular Paling Mematikan Ketiga

Tolak Rencana Pemasangan Portal

FOTO BERSAMA: Panitia Seminar Nasional dari Himakesling Politenik Banjarnegara berfoto bersama dengan para pemateri usai seminar di Pendapa Dipayudha. (suaramerdeka.com/Dok)
FOTO BERSAMA: Panitia Seminar Nasional dari Himakesling Politenik Banjarnegara berfoto bersama dengan para pemateri usai seminar di Pendapa Dipayudha. (suaramerdeka.com/Dok)

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Penyakit tuberkulosis (TBC) menjadi penyakit paling mematikan ketiga di Indonesia setelah kardiovaskuler dan saluran pernafasan. Tingginya faktor risiko disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TBC.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Pemkab Banjarnegara Indarto saat membuka Seminar Nasional Peran Tenaga Kesehatan dalam Upaya Perwujudan Indonesia Bebas TB Paru tahun 2030. Kegiatan ilmiah tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kesehatan Lingkungan (Himakesling) Politeknik Banjarnegara di Pendapa Dipayudha.

Dikatakan, Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia setelah India dan China. Dan di Indonesia, penyakit ini menjadi penyakit menular yang mematikan ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan. 

Menurutnya, tingginya faktor risiko penyakit TBC dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya latar belakang pengetahuan masyarakat yang minim tentang penyakit TBC. Karena itu, pihaknya mengapresiasi kegiatan seminar dengan tema penanggulangan TBC yang diselenggarakan mahasiswa Poltekbara.

"Kami berharap tingkat pengetahuan masyarakat tentang TBC akan meningkat sehingga lebih waspada terhadap penularan TBC," ujarnya.

Lebih jauh, Sekda berharap akan terjadi penurunan jumlah kasus penderita TB paru di Indonesia. Dengan demikian, derajat kesehatan masyarakat pun akan semakin meningkat.

Ketua Panitia Nur Latifah mengatakan, peserta sangat antusias mengikuti seminar tersebut. Tercatat ada seitar 283 peserta dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan pegawai dari instansi kesehatan serta masyarakat umum. Selain pulau Jawa, beberapa peserta berasal dari Makassar, Bengkulu, Manado, Pontianak, Padang dan Tanjung Pinang. 
 
 Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut antara lain Prof Dr Tjandra Yoga Aditama dari WHO SEARO INDIA, Ketua PPNI Banyumas Fajar Tri Asih dan Sigit Armunanto dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.  Materi yang disampaikan antara lain tantangan pemberantasan tuberkulosis di Indonesia, pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penularan TB Paru serta permasalahan menuju eliminasi TBC di Indonesia. 


(Castro Suwito/CN39/SM Network)