• KANAL BERITA

Warga Kota Magelang Turut Jadi Korban Tsunami di Pandeglang

Foto: istimewa
Foto: istimewa

MAGELANG, suaramerdeka.com - Warga Kota Magelang turut menjadi korban bencana alam tsunami di Pantai Anyer, Pandeglang, Banten, Sabtu (22/12) malam lalu. Empat orang diketahui menjadi korban yang merupakan satu keluarga dari Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan. Dari empat orang itu, satu orang dipastikan meninggal dunia, yakni Abiyosa Lanang Kapindo (7) yang merupakan anak kedua dari pasangan Hery Kristianto dan Frida Setyowati.

Condro Cahyono (60), paman korban mengatakan, keponakannya yang bernama Hery merupakan salah satu manajer di PT PLN UPT Durikosambi. Hery beserta keluarga diketahui mengikuti gathering PLN di Pantai Anyer saat musibah itu terjadi.

"Hery datang ke gathering itu bersama istri dan dua anaknya. Hingga siang ini kami masih kehilangan Heri dan anak pertamanya, Abista Danurwindo (10). Kalau istrinya, Frida (46), yang sempat hilang, sudah diketemukan dalam keadaan luka di bagian kaki. Frida sudah ditemukan dan pulang ke rumah orang tuanya di Kebonpolo setelah mengikuti pemakaman anaknya," ujarnya, saat ditemui di rumah duka, Senin (24/12).

Condro menuturkan, orang tua Hery, yakni Mariyadi dan Sri Handayani sempat berkomunikasi dengan korban, Sabtu (22/12) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Frida mengabarkan kekhawatirannya soal kondisi Gunung Krakatau. Frida pun diminta keluarga yang di Magelang untuk segera menyelamatkan diri.

"Oleh mertuanya, Frida diminta menyelamatkan diri, karena diperkirakan sebentar lagi Gunung Krakatau akan njebluk," katanya.

Mardiyono, adik dari Mariyadi menambahkan, saat menonton band Seventeen manggung, Frida mengaku berada di depan speaker. Tangannya memegang Abista dan Abiyosa, sedangkan Hery berada di sisi kanan agak ke belakang.

"Kata Frida, lalu datang air dari atas. Dia tidak bisa apa-apa. Dia berpikir sudah meninggal. Sampai kemudian tersadar sudah di Puskesmas di Padeglang," tuturnya.

Dia mengutarakan, pihak keluarga Magelang mengetahui Heri dan keluarganya menjadi korban musibah tsunami Anyer pada Minggu (23/12) sekitar pukul 09.00 WIB, saat salah satu televisi swasta mengabarkan hal tersebut. Pihak keluarga sempat mencoba menelepon telepon seluler milik Hery mau pun Frida, tetapi tidak berhasil.

"Sampai akhirnya ada kabar dari PLN kalau Frida sudah diketemukan di Puskesmas pada Minggu siang, sekitar pukul 10.00 WIB. Memudian ditindaklanjuti dengan mengutus Rudi Prasetyo, adik ketiga Hery yang sedang perjalanan ke Magelang dan telah tiba di Cirebon, untuk kembali ke Jakarta mengecek keberadaan keluarga Hery," jelasnya.

Mereka sempat mendengar kabar kalau Hery ditemukan. Tetapi hingga saat ini kabar tersebut masih simpang siur. Saat menunggu kepastian kabar, mereka malah dikejutkan dengan penemuan Abiyosa yang sudah tidak bernyawa.

"Saat kita mengkonfirmasi kabar penemuan Hery, malah ada kabar kalau Abiyosa sudah ditemukan. Minggu petang sekitar pukul 19.00 WIB kita langsung minta agar dibawa ke Magelang untuk pemakamannya. Kemudian jenazah Abiyosa dibawa ambulan lewat jalan darat dan sampai di Magelang tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ibunya yang selamat ikut dalam rombongan tersebut," papar Mardiyono.

Saat ini, imbuhnya, pihak keluarga hanya berharap Hery dan anak pertamanya bisa diketemukan dalam kondisi hidup. Tapi kalau memang tidak, pihaknya hanya berdoa yang terbaik.

"Kita ini manusia bisa apa kalau soal takdir. Mohon doa yang terbaik buat keluarga kami," pintanya.

Almarhum Abiyosa sendiri dimakamkan di TPU Giriloyo Kota Magelang sekitar pukul 13.00 WIB.


(Asef Amani/CN40/SM Network)