• KANAL BERITA

TNI Serius Tangani Bencana Tsunami

Foto: Puspen TNI
Foto: Puspen TNI

PANDEGLANG, suaramerdeka.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, jajarannya sangat serius dalam menghadapi penanganan bencana Tsunami Selat Sunda. Hal itu terlihat dengan dikerahkannya prajurit TNI beserta peralatannya dan Panglima TNI terjun langsung ke lokasi bencana mendampingi Presiden Joko Widodo.

 "Presiden ingin memastikan bahwa penanganan dampak bencana tsunami dapat diselesaikan dengan cepat dan baik. Terutama, evakuasi korban dan adanya pelayanan kesehatan," kata Hadi Tjahjanto saat mendampingi Presiden meninjau sejumlah lokasi terdampak tsunami Selat Sunda, Senin (24/12).

Rombongan bertolak dari Lanud Atang Senjaya Bogor, menuju Lapangan Ahmad Yani, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Setibanya di Pandeglang, Presiden didampingi Panglima TNI langsung meninjau beberapa lokasi yang terdampak bencana tsunami.

Selanjutnya, rombongan juga mengunjungi beberapa puskesmas dan rumah sakit di Pandeglang yang jadi tempat perawatan para korban bencana tsunami. Panglima TNI mengatakan, sejumlah pasukan telah diterjunkan untuk membantu penanganan darurat bencana.

Mereka bertugas untuk melakukan evakuasi dan juga membersihkan rumah-rumah warga terdampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu. "Dari pantauan udara, terlihat sudah banyak tim - baik dari TNI maupun Polri dan komponen lainnya - yang melakukan evakuasi," ujarnya.

Peninjauan udara dilakukan Panglima TNI pada Minggu (23/12) lalu dengan menggunakan helikopter jenis Caracal nomor seri HT-7202 milik TNI AU. Peninjauan dari ketinggian 800 kaki, dimulai dari Pantai Anyer kemudian Pantai Carita, Labuan dan Tanjung Lesung.

Adapun pasukan yang diterjunkan antara lain 1 SSK Batalyon Mandala Yudha. Mereka membawa tim medis, truk, ambulance, perlengkapan tenda, obat-obatan. Selain itu, dikirimkan pula 30 personel dari Yonkes 1 Kostrad dengan menggunakan 2 (dua) unit Heli Bell 412, BKO Korem 064/MY.

Demikiam pula dengan Korps Marinir TNI AL dari wilayah Jakarta dan Brigif 4 Marinir Lampung, yang tergabung dalam Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dengan kekuatan 100 personel prajurit, juga telah ditugaskan ke lokasi bencana. Mereka dilengkapi dengan alat penunjang, seperti 3 truk LC, 2 truk SC, 1 foreider, 1 unit ambulance, 1 mobil operasional, 100 unit pelampung, 3 set tenda, 20 set perlengkapan medis dan 15 unit alat komunikasi.

 Di samping itu, TNI AL juga mengerahkan KRI Torani-860 dari Koarmada I dan KAL Sanca-815 dari Lantamal III Jakarta. Sedangkan 2 KAL lainnya dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten serta TNI AL juga mempersiapkan KRI Teluk Cirebon-543 untuk dikerahkan ke lokasi bencana.


(Saktia Andri Susilo/CN41/SM Network)