• KANAL BERITA

Ratusan Disabilitas di Kebumen Diberi Motivasi dan Dikenalkan Profesi

MOTIVASI DISABILITAS: Para pemateri foto bersama dengan peserta General Motivation dan Pengenalan Profesi Bagi Disabilitas yang digelar oleh Ascendia Project di Perpusarda Kebumen, Sabtu (22/12). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
MOTIVASI DISABILITAS: Para pemateri foto bersama dengan peserta General Motivation dan Pengenalan Profesi Bagi Disabilitas yang digelar oleh Ascendia Project di Perpusarda Kebumen, Sabtu (22/12). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Mayoritas penyandang disabilitas tidak pernah memiliki mimpi dan cita-cita di masa depannya. Pasalnya, para orang tua mereka cenderung tidak mengenalkan profesi apa yang bisa mereka kerjakan. Akhirnya hingga dewasa, penyandang disabilitas banyak yang tidak bekerja karena potensi yang mereka miliki tidak digali.

 Atas dasar itulah, Ascendia Project mengadakan General Motivation dan Pengenalan Profesi Bagi Disabilitas, Sabtu (22/12). Kegiatan yang digelar di Perpusarda itu diikuti 250 peserta dari SLB Putra Manunggal Gombong, SLB Putra Pertiwi Kebumen, perwakilan organisasi disabilitas seperti Gerkatin, Petuni dan orang tua penyandang disabilitas.

Kegiatan yang menyasar penyandang disabilitas muda itu menghadirkan sejumlah pembicara dari penyandang disabilitas yang cukup sukses. Hadir CEO Thisable Jakarta Angkie Yudistia, pengusaha disabilitas sukses Irma Suryati, CEO Ascendia Project dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, dr Danar Wicaksono, dan Diana Setyawati SPsi MHSc.

Tak hanya memberikan motivasi, para pembicara juga menyampaikan kisah inspiratif perjalanan hidup mereka. Pada intinya, dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, seorang disabilitas memiliki kesempatan untuk sukses.

CEO Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran profesi kepada para disabilitas. Melalui acara itu, pihaknya ingin memberikan gambaran kepada disabilitas yang masih muda untuk bisa bermimpi setinggi-tingginya.

"Kami ingin menunjukkan jalan kepada mereka apa yang akan mereka raih," uja dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

Kegiatan Berkelanjutan

Dokter Reza yang baru saja merayakan ulang tahun ke-26 itu menambahkan, kegiatan itu sekaligus dalam rangka peringatan hari disabilitas internasional dan perayaan ulang tahunnya. Meski demikian kegiatan tersebut akan berkelanjutan. 

Ke depan pihaknya bekerjasama dengan Thisable untuk memetakan kemampuan dan mengasah kemampuan para disabilitas sehingga mereka bisa ditempatkan kerja di mana. "Saya dan Mbak Angkie memiliki project untuk mengassesment kemampuan mereka. Sehingga kami akan memetakan jenis pekerjaannya apa saja," ujarnya menambahkan dalam kesempatan itu, dibentuk paguyuban orang tua penyandang tuna grahita yang belum pernah tersentuh.

Dokter Reza menambahkan, dari data yang ada, di Kebumen terdapat lebih dari 11.000 disabilitas. Kebanyakan mereka tidak bekerja. Sebagian disable merupakan  lulusan SLB, namun kemampuan lulusan SMALB  sama dengan kelas 4 SD. "Artinya  mereka belum bisa kerja apa," ujarnya.

Untuk itu, Reza berencana akan membangun balai pelatihan kerja khusus disabilitas. Nantinya akan didata potensi dengan jenis pekerjaan yang mampu dikerjakan oleh disabilitas dan ada pasar. Selain itu, tahun depan pihaknya akan bermitra dengan GoLife khusus bagi disabilitas.

"Kamis sadar dengan keterbatasan SDM yang ada, kegiatan ini belum bisa menjangkau seluruh disabilitas di Kebumen. Untuk itu yang kami lakukan adalah menyiapkan prototype. Jika ini berhasil akan bisa diduplikasi di spot-spot yang lain," ujarnya berharap disabilitas di Kebumen bisa bekerja dan berdaya. 

  •  

(Supriyanto/CN39/SM Network)