• KANAL BERITA

8.200 Onthelis Pecahkan Rekor Leprid

Ngonthel Kebangsaan, Satu Sepeda Sejuta Saudara

Sejumlah onthelis sepeda tua meramaikan kegiatan “ Ngonthel Kebangsaan” di sepanjang area CFD Jl Pahlawan Semarang, Minggu (23/12) pagi. (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)
Sejumlah onthelis sepeda tua meramaikan kegiatan “ Ngonthel Kebangsaan” di sepanjang area CFD Jl Pahlawan Semarang, Minggu (23/12) pagi. (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 8.200 onthelis yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) berhasil memecahkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) dalam Ngonthel Kebangsaan di halaman kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan Semrang, Minggu (23/12) pagi. Mengusung semangat Satu Sepeda Sejuta Saudara, para onthelis yang berasal dari 17 propinsi atau 92 kabupaten/ kota di penjuru Indonesia tersebut tumpah ruah di sepanjang area Car Free Day Jl Pahlawan.

Dengan atribut kostum yang beraneka ragam daerah, seperti pakaian lurik Yogya, Batik Solo, Kebaya Semarangan, hingga pakaian adat Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur, mereka bersatu padu mengikuti kegiatan yang menggambil rute kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan, Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk Kota Lama, Klenteng Sampokong, Gereja Katedral dan finish kembali di Jl Pahlawan.

Direktur dan pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dengan semangat persatuan dan kebersamaan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan pada masyarakat.

“Kegiatan ini cukup menarik dan unik, karena ternyata dengan sepeda menyatukan para pehobi sepeda tua dari beragam suku, ras dan agama. Kegiatan ini menjadikan contoh pada masyarakat tentang persatuan, persaudaraan, serta jiwa nasionalisme untuk Indonesia. Sebanyak 8.200 onthelis dari  penjuru Indonesia berkumpul dalam acara kebangsaan ini sehingga ini menorehkan rekor baru yang kami catat sebagai rekor ke-435,” jelasnya.

Pandu Hardiawan, Ketua Penyelenggara dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Semarang mengatakan, kegiatan yang digagas lima bulan lalu tersebut digelar untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan masyarakat. Konsep acara tersebut Kosti menggandeng Pemerintah Provinsi Jateng dalam kegiatan tersebut. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang membuka acara tersebut kemudian bersama Sekda Jateng, Sri Puryono, bersepeda onthel bersama peserta lainnya untuk mampir ke sejumlah tempat ibadah menjemput para perwakilan lintas agama bergabung dalam Ngonthel Kebangsaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin bergandengan tangan bersama pemerintah dan pemuka lintas agama. Melalui kebersamaan ini kami ingin memberikan contoh ke masyarakat luas pentingnya toleransi dan persatuan tanpa memandang Suku, Ras dan Agama,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap melalui semangat Satu Sepeda Sejuta Saudara dapat ditularkan kepada masyarakat luas untuk menjalin persatuan dan persaudaraan diantara masyarakat Indonesia.

“Ini kegiatan bagus yang mampu merangsang rasa nasionalisme dan persatuan masyarakat. Semangat peserta juga cukup luar biasa. Di antaranya ditunjukan oleh peserta yang hadir dari luar pulau Jawa untuk menyemarakkan Ngonthel Kebangsaan ini. Saya berharap ini bisa terselenggara secara rutin,” jelasnya.

Tak hanya mengkampanyekan Nasionalisme dan Kebangsaan, dalam kegiatan tersebut juga dikampanyekan Peduli Limbah Plastik. Ceva, Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melalui produk wadah plastik isi ulang untuk air minum melakukan edukasi masyarakat agar bijak dalam penggunaan bahan plastik.

Direktur Utama PD Citra Mandiri JawaTengah (CMJT) yang memproduksi Ceva, Agung Rochmadi ST MM mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi perilaku masyarakat yang memilih untuk mengkonsumsi air putih secara teratur. Meski demikian masyarakat harus peduli dengan sampah / limbah plastik dari botol bekas air mineral.

“ Kami perkenalkan wadah isi ulang tersebut agar masyarakat terbiasa mengkonsumsi air putih dan meminimalisasi konsumsi plastik sekali pakai yang biasa dipergunakan produk AMDK,” jelasnya.


(Maulana M Fahmi/CN40/SM Network)