• KANAL BERITA

Korban Tsunami Selat Sunda Dipastikan Masih Bertambah

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan, pihaknya masih melakukan pencarian korban tsunami di Selat Sunda, yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam.

"Dipastikan jumlah korban masih terus bertambah, karena petugas di lapangan masih melakukan evakuasi," kata Sutopo, saat memberikan keterangan pers di Yogyakarta, Minggu (23/12).

Data sementara BNPB hingga pukul 13.00 WIB, jumlah korban tsunami yang menerjang wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lampung Selatan, sebanyak 168 orang meninggal dunia, 745 orang mengalami luka-luka, dan 30 orang masih dinyatakan hilang.

Sedangkan dampak kerusakan menimpa 558 rumah, 9 hotel, 60 warung kuliner, serta 350 kapal dan perahu rusak. Dari ketiga kabupaten tersebut, dampak terparah di wilayah Pandeglang.

"Di Pandeglang ada 126 korban meninggal, 624 orang luka-luka, dan empat orang hilang, kerusakan juga menimpa 446 rumah, sembilan hotel, 60 warung, dan 350 kapal dan perahu", terangnya.

Sedangkan di Kabupaten Serang, sembilan orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, dan 26 orang dinyatakan hilang, untuk kerusakan bangunan masih di data. Untuk wilayah Lampung Selatan, 33 orang meninggal, 115 orang luka-luka, serta dan 101 rumah rusak di empat kecamatan.

"Jumlah korban tersebut, belum termasuk 89 korban hilang dari PLN, saat mereka menggelar acara di lokasi kejadian," imbuh dia.

Terkait bunyi sirine tsunami di Pandeglang, dipastikan bukan karena ancaman tsunami, apalagi tidak ada data dari BMKG yang mengarah ke kejadian tersebut. "Saya mengimbau agar masyarakat menjauhi area pantai, karena potensi bencana susulan masih berpeluang terjadi", ungkapnya.


(RRI/CN41/SM Network)