• KANAL BERITA

Pasar Pagi Akan Pindah Lokasi

Pedagang sudah berjubel menempati trotoar di Pasar Pagi Pemalang sehingga perlu direvitalisasi.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)
Pedagang sudah berjubel menempati trotoar di Pasar Pagi Pemalang sehingga perlu direvitalisasi.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)

PEMALANG, suaramerdeka.com - Dalam rangka merevitalisasi pasar tradisional dan pembangunan wilayah perkotaan, Pemkab Pemalang berencana memindahkan Pasar Induk/Pagi Pemalang ke lokasi lain yang lebih strategis dalam rangka pengembangan perekonomian.

Kepala Disperindagkop Pemalang, Hepi Priyanto mengakui, saat ini upaya perbaikan kerusakan lingkungan pasar terbesar di Pemalang itu tidak bisa dilakukan maksimal lantaran keterbatasan lahan.

"Pasar Pagi idealnya harus dipindahkan menyatukan dengan jalur ekonomi dalam rangka perkembangan perkotaan," kata Hepi, Selasa (18/12).

Rencananya Pasar Pagi akan dipindah ke sebelah utara pasar buah, pasar sayur, pasar beras dan pasar unggas. Sedangkan di depan akan dibangun pula terminal petikemas. Sehingga semua pasar berkumpul menjadi satu kompleks di lokasi tetsebut.

Dikatakan, Pasar Pagi harus direvitalisasi karena kondisi bangunan lama memprihatinkan. Selain itu revitalisasi untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional terhadap pasar modern. Sementara bekas lahan Pasar Pagi akan digunakan untuk ruang terbuka hijau.

Menurut Hepi, jika revitalisasi Pasar Pagi tetap di lokasi sekarang ini, maka pembangunan RTH tidak bisa dilakukan. Selain itu, harus mencari lahan relokasi untuk menampung pedagang sementara selama pasar dibangun.

Kondisi ini lebih sulit dibandingkan kalau membangun pasar baru. Kalau dipaksakan di lokasi lama maka lahannya sudah tidak mencukupi dan harus dibuat dua lantai, sehingga kesan tradisionalnya akan hilang.

Disperindagkop berharap, tahun 2019 mendapat anggaran untuk menguruk calon lokasi pasar. Dengan demikian pembangunan pasar akan lebih mudah ditawarkan ke investor jika lahan sudah diuruk.

Persiapan ke arah itu kini sudah dilakukan. Rencana detailnya sudah siap. Sementara anggaran telah dihitung dengan luas lahan lima hektare dan bangunan satu lantai, akan menghabiskan biaya Rp 185 miliar.

Kalau anggaran sebesar itu dibebankan APBD Pemalang, tidak akan mampu. Konsekuensinya akan menyedot anggaran lainnya. Solusinya pembangunan Pasar Induk itu diwacanakan akan menggandeng investor.


(Saiful Bachri/CN40/SM Network)