• KANAL BERITA

PLTA Swadaya, Warga Lemah Abang Gratis Nikmati Listrik

Pengelola PLTA Joyo menunjukkan pembuatan kincir air di Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/12). (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)
Pengelola PLTA Joyo menunjukkan pembuatan kincir air di Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/12). (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Warga Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) secara swadaya dengan memanfaatkan derasnya air di sungai. Kendati produksi PLTA belum maksimal, namun sejumlah warga bisa menikmati listrik secara gratis.

Salah seorang pengelola PLTA, Joyo mengatakan, kincir air yang dibuat warga berdiameter sekitar 1,5 meter. Untuk sementara baru bisa mengalir listrik ke beberapa warung di lokasi Objek Wisata Watu Bahan.

‘’PLTA dibuat pada tahun 2016 lalu, dengan dana swadaya yang mencapai sekitar Rp 3 juta. Sudah hampir sekitar dua tahun PLTA mengaliri listrik di lokasi wisata Watu Bahan. Ada 10 warung memanfaatkan listrik dari PLTA, termauk menerangi tempat ibadah dan toilet,’’ katanya.

Joyo mengakui dalam mengoperasikan PLTA ini masyarakat mengalami kendala dalam perawatan kincir air yang sering rusak, dan generator. Meski tidak dikenakan tarif alias dalam pemanfaatannya mereka iuran swadaya untuk pemeliharaan.

‘’Kapasitas tenaga listrik yang dihasilkan 500 watt, cukup untuk menerangi fasilitas di objek wisata, harapan kami ingin membuat kincir air dengan kapasitas yang lebih besar agar bisa membantu warga lainnya yang tidak mampu,’’ tambahnya.

Sementara itu salah seorang pedagang desa setempat, Sri Kuat, mengaku terbantu dengan adanya pembangunan PLTA ini. ‘’Sudah hampir satu tahun lebih kami menggunakan listrik dari PLTA ini. Keberadaannya sangat dibutuhkan. Mudah-mudahan ke depan kapasitasnya bisa bertambah,’’ jelasnya.

Sri mengaku bersama pedagang lain tidak dipungut biaya untuk bisa menikmati listrik dari PLTA yang dibuat masyarakat secara swadaya tersebut.

‘’Kami tidak pernah dimintai biaya, namun karena kesadaran para pedagang, kami memberikan uang secara sukarela untuk orang yang merawat kincir air tersebut,’’ tandasnya.


(Siti Masithoh/CN40/SM Network)