• KANAL BERITA

Jatuhnya Bisnis Nokia Dijadikan Contoh Kegagalan Melihat Perubahan Zaman

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PATI, suaramerdeka.com - Perkembangan teknologi dan informasi telah mempengaruhi perubahan model bisnis dan pekerjaan. Untuk itu, generasi muda harus responsif terhadap berbagai perubahan. Agar tak bernasib seperti produsen pembuat telepon aeluler (HP) Nokia.

Nokia pernah mendominasi pasar teknologi dan informasi global, khususnya handphone. Dominasi Nokia di pasar global sempat membuatnya dijuluki "Hp Sejuta Umat." Namun, dalam tiga tahun saja (2009-2011), saham Nokia anjlok hingga 80 persen.

CEO Nokia saat itu, Jorma Ollila, berkata bahwa perusahaannya selalu berpegang teguh pada visi misinya selama bertahun-tahun. Sebuah visi misi yang membawa mereka merajai pangsa pasar dunia. Tetapi, ia tidak tahu, kenapa justru sekarang mereka bisa kalah.

"Oleh karena itu, responsif kita terhadap perubahan menjadi penting, agar kita tetap bisa bersaing menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi," kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda VII Program Sarjana Institut Pesantren Mathali'ul Falah, Pati, Minggu (16/12).

Hanif menambahkan, begitupun dengan keterampilan, harus terus diasah dan ditingkatkan agar relevan dengan perkembangan zaman. Karena, perkembangan zaman tidak hanya merubah model bisnis dan industri, tapi juga jenis pekerjaan dan keterampilan. "Kalau kita merasa hebat kemudian tidak responsif terhadap perubahan kita akan segera lewat," kata Hanif di hadapan 183 wisudawan.

Keterampilan yang dibutuhkan oleh generasi muda di masa depan menurut Hanif adalah keterampilan yang cepat berubah dan beradaptasi dengan perubahan zaman. "Berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan kerja juga harus didasarkan betul terhadap kecenderungan perubahan yang akan datang," katanya.


(Wahyu Atmadji/CN26/SM Network)