• KANAL BERITA

KIEC Indonesia dan Incheon National University Teken MoU

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Korean Institute of Education and Culture (KIEC) memiliki tujuan menjadi penghubung antara Indonesia dengan Korea Selatan. Dengan membangun Jembatan kemajuan edukasi bagi Indonesia, agar mengadaptasi sistem  pembelajaran Korea Selatan, yang diklaim menjadi sistem terbaik di dunia sejak 2016.

Dengan misi makin melebarkan sayap dan membuka dunia global bagi para pelajar Indonesia, KIEC kali ini menggandeng Incheon National University. Melalui kerja sama ini, diharapkan semakin luas jangkauan KIEC untuk membangun masa depan bangsa, via sistem edukasi yang diadaptasi dari dunia luar Indonesia.

Dalam acara “One Day Seminar : Growing with The Best Education System”, di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat, KIEC berikhtiar melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan sistem edukasi Indonesia. Di dalam acara ini dilakukan penandatanganan kerjasama antara KIEC, Incheon National University dan beberapa rekan institusi pendidikan di Indonesia.

Sebagaimana dijelaskan Pendiri dan Direktur Manajemen KIEC, Musyarafah Machmud, M. A, setelah penanda lisensi resmi kerja sama dengan Incheon National University, KIEC mengundang institusi pendidikan di Indonesia untuk menandatangani kerja sama di antara ketiga belah pihak. "Kami berikhtiat menawarkan sistem terbaik pendidikan dunia ke Indonesia," katanya di Jakarta.

Institusi pendidikan yang bekerja sama dengan KIEC di Jakarta, diantaranya Universitas Trisakti, Yayasan Hang Tuah, Institut Pertanian Bogor, Universitas Bina Sarana Informatika and STMIK Nusa Mandiri. Hingga saat ini, KIEC telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di Korea Selatan seperti Incheon National University, Seoil University, University of Suwon, Yewon Arts University dan Dongduk Women’s University.

Selian MOU Signing atau melakukan penandatanganan kerja sama, dalam seminar itu beberapa pembicara kunci seperti Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, Direktorat Jenderal SDM Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Mr. Cho Dong Sung, Presiden Incheon Nasional University mengutarakan beberapa sistem pendidikan maju di dunia.  

Pembicara lainnya asalag Hamish Daud, pendiri Indonesian Ocean Orjakan, yang tampil di sesi "Passing our Earth Legacy to the Coastal's Young Generation through Quality Education". Sesi seminar ketiga dibawakan Presiden Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Arif Satria SP, M.Si, dengan tema,  "Agro Maritim 4.0 road to Techno Sosiopreneurship University". Sesi seminar ditutup oleh Mr. Seo Jongbeom, representatif dari KIEC yang menjelaskan mengenai "Korean Language Program".


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)