• KANAL BERITA

Rumpi Story Food dan Coffee, Memadukan Rumpi dan Kopi

CICIPI MAKANAN: Pengunjung sedang mencicipi makanan di Rumpi Story Food and Coffee di Jalan Malangsari sekitar kampus Universitas Semarang (USM). (suaramerdeka.com /  Fista Novianti)
CICIPI MAKANAN: Pengunjung sedang mencicipi makanan di Rumpi Story Food and Coffee di Jalan Malangsari sekitar kampus Universitas Semarang (USM). (suaramerdeka.com / Fista Novianti)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menghabiskan makan dan minuman lalu selesai pulang bisa dilakukan di rumah makan atau restoran. Lalu, bagaimana jika sembari makan dan minum, kita juga ingin rumpi atau ngobrol bersama teman?

Rumpi Story Food and Coffee misalnya, memadukan rumpi dan kopi bagi pengunjung. Mereka bisa menikmati aneka kopi yang tersedia sembari rumpi dan ngobrol bersama teman. Tersedia aneka kopi daerah. Ada kopi Aceh Gayo, kopi Sidikalang, kopi Lampung dan kopi Temanggung.

"Kami tidak hanya menyajikan makanan dan minuman bagi pengunjung lalu mereka pulang. Tapi di sini mereka bisa menikmati makan dan minum sambil ngobrol bersama teman tak perlu buru-buru untuk pulang," tutur Pemilik Rumpi Story Food and Coffee, Pristian Eka Sandi saat pembukaan restonya di Jalan Malangsari sekitar Kampus Universitas Semarang (USM), belum lama ini.

Dalam membuka restonya, ia mengusung konsep Rumpi Story. Artinya pengunjung bisa berlama-lama untuk rumpi di resto ini. Ia membidik segmen mahasiswa karena restonya berdekatan dengan kampus USM.  Selain kopi, tersedia pula aneka makanan favorit generasi milenial. Seperti, mie ayam, mie rebus, mie goreng, roti bakar, nasi goreng, paket ayam geprek, spagheti dan aneka es krim.

"Semua menu sebagian besar sangat disukai kaum pelajar dan mahasiswa. Harganya juga relatif terjangkau sesuai dengan isi kantong mereka," ujar Pristian didampingi istrinya Prita Febriana.

Untuk membuat pengunjung betah berlama-lama, ia menyediakan fasilitas gratis WiFi. Pengunjung bisa menikmati internet gratis sambil rumpi dan makan. Selain itu, pertunjukan live music setiap akhir pekan. "Ke depan, kami juga memasang layar besar agar pengunjung bisa menonton sepak bola bersama secara live," ujarnya.

Pristian optimistis usahanya akan ramai dikunjungi pengunjung. Karena selain dekat dengan kampus USM, juga ramai dengan perkantoran, sekolah dan permukiman padat penduduk. Ia menargetkan dalam sehari bisa 150-300 pengunjung.  Dikatakannya, inovasi selalu dilakukan utamanya menghadirkan menu baru yang disukai pengunjung. "Kami juga berupaya mempertahankan dan mengutamakan cita rasa," terangnya.


(Fista Novianti/CN26/SM Network)