• KANAL BERITA

Penyidikan Kasus Korupsi di DIY Meningkat

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sepanjang tahun 2018 ini, jajaran kejaksaan di wilayah DIY melakukan penyidikan terhadap 8 perkara dugaan korupsi. Rinciannya, instansi Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menangani 5 kasus, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman 1 kasus, Kejari Bantul 1 kasus, dan Kejari Gunungkidul 1 kasus.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DIY Jefferdian mengungkapkan, dibandingkan tahun lalu, jumlah penyidikan kasus korupsi kali ini mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, perkara yang ditangani sebanyak 5 kasus.

"Tidak ada target harus menangani sekian kasus. Sepanjang bisa ditangani dengan kemampuan yang ada baik sumber daya maupun anggaran memadai, kami akan melaksanakan," tukas Jeff.

Dari delapan kasus rasuah yang tengah disidik itu memunculkan sejumlah kerugian negara. Namun pihaknya tidak bisa menyampaikan ke publik detail nominalnya lantaran perkara tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Secara keseluruhan, lanjut Jeff, kerugian negara yang berhasil diselamatkan oleh kejaksaan pada tahun ini sekitar Rp 1 miliar.

Adapun rincian kasus dugaan korupsi yang tengah disidik Kejati DIY meliputi pemberian kredit pemilikan rumah di Bank BRI SKK Yogyakarta tahun 2014 kepada debitur atas nama YA, pemberian fasilitas kredit BNI Griya untuk pembelian ruko kepada debitur MK, dan penyimpangan pengadaan tanah oleh Kemendikbud RI melalui UPT.

Kasus lainnya yang ditangani di tingkat kejaksaan negeri meliputi dugaan penyelewengan dana desa tahun 2015-2017 oleh Kades Banyurejo Tempel Sleman, kegiatan proyek pembangunan gedung museum Tani Jawa di Dusun Candran, Kebongagung, Imogiri Bantul, dan penyimpangan APBDes tahun 2014 Desa Baleharjo Wonosari, Gunungkidul.


(Amelia Hapsari/CN33/SM Network)