• KANAL BERITA

LSM Setara Gandeng Mahasiswa USM Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan

Foto: suaramerdeka.com/Eko Fataip
Foto: suaramerdeka.com/Eko Fataip

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM) menyosialisasikan pencegahan kekerasan dan tindak pidana penculikan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan LSM Setara Semarang itu dilangsungkan di SDI Nurul Qur’an Semarang. Sosialisasi ditujukan kepada siswa-siswi Kelas VI SD setempat.

"Seperti yang kita semua ketahui, anak-anak adalah sasaran paling mudah dan rawan untuk menerima berbagai jenis kekerasan," kata Sri Utami, Bidang Penanganan Kasus, Yayasan Setara, usai kegiatan, Jumat (14/12).

Kekerasan yang dia maksud mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan sebagainya.

Menurutnya, kekerasan pada anak dapat terjadi dimana saja dengan pelaku yang mungkin tidak pernah dicurigai orang tua, keluarga, tetangga, teman sekolah maupun lembaga pendidik.

"Karenanya sikap waspada yang tinggi sudah sepatutnya kita tanamkan kepada setiap anak untuk mencegah terjadinya kekerasan ataupun tindakan penculikan," ujarnya.

Dikatakan pula, tidak jarang pula kekerasan pada anak dapat terjadi dan dilakukan oleh orang terdekat, termasuk teman sendiri.

Hal itu kadang kala membuat anak takut untuk pergi ke sekolah yang berakibat langsung terhadap menurunnya prestasi mereka.

"Dari hasil kami tanya jawab dengan anak-anak, sebagian besar mengatakan jika mereka tahu apa itu kekerasan, dan beberapa kali melakukannya terhadap teman mereka sendiri," paparnya.

Pihaknya merasa prihatin dengan kondisi semacam itu. Pola pikir yang demikian sudah seharusnya mulai dikikis dari sekarang, sebab jika tidak budaya kekerasan dan bulliying tidak akan pernah hilang.

"Pengetahuan terhadap pendidikan seks juga dirasa perlu untuk diberikan sedari dini, karena kenyataannya anak-anak beranggapan jika kekerasan seksual hanya sebatas pada pemerkosaan dan hanya menimpa kaum wanita," imbuhnya.

Padahal, lanjut dia, saat ini korban kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak kebanyakan menimpa anak laki-laki.

Pada sosialisasi ini, pihaknya berulang kali menegaskan langkah-langkah yang seharusnya diambil anak-anak saat bertemu dengan orang asing atau yang baru mereka kenal.

"Harapannya dengan adanya sosialisasi semacam ini, tindakan kekerasan dan berbagai kasus penculikan yang akhir-akhir ini terjadi dapat bertahap dikurangi," jelasnya


(Eko Fataip/CN41/SM Network)