• KANAL BERITA

15 Menit Sebelum Roboh, Warga Tutup Jembatan

Sisa kostruksi Jembatan Kaligenteng yang roboh menjadi tontonan warga di sana. (suaramerdeka.com/Agus Setiawan)
Sisa kostruksi Jembatan Kaligenteng yang roboh menjadi tontonan warga di sana. (suaramerdeka.com/Agus Setiawan)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Menjelang azan magrib berkemundang, sejumlah pekerja pembangunan Jembatan Kaligenteng Baru yang dibangun Pemkab Pekalongan dengan sumber anggara APBD 2018 sebesar Rp 6 miliar masih sibuk melakukan pekerjaannya. Pelaksaan pembangunan tersebut juga menjadi tontonan warga di sana.

Robohnya atau Putusnya Jembatan Kaligenteng Lama memang sudah diprediksi oleh pemerintah daerah dan warga setempat. Hal itu lantaran selain usia konstruksi jembatan. Bahkan, pemerintah daerah pada Agustus 2018 telah merekomendasikan agar jembatan tersebut tidak dilintasi lantaran rawan roboh. Warga pun memasang portal agar di sisi selatan dan utara jembatan.

Sekitar pukul 17.30 WIB jembatan tersebut roboh. Peristiwa itu juga diabadikan oleh sejumlah warga dan diunggah ke media sosial melalui internet serta menjadi pusat perhatian pengguna media sosial seperti facebook. "15 menit sebelum peristiwa jembatan roboh, kami dari warga berinisiatif menutup atau memportalnya agar tidak dilewati. Alhamdulillahnya kejadian ini tidak memunculkan korban," kata salah satu warga Desa/Kecamatan Kandangserang, Ali Sukron.

"Dua atau tiga bulan lalu memang akses menuju ke jembatan sudah ditutup. Tapi sama siapa salah satu Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari daerah sini, portal tersebut dibuka," kata warga lainnya, Karyanto.

Kondisi konstruksi jembatan Kaligenteng lama yang mengkhawatirkan juga diakui Bupati Pekalonga Asip Kholbihi. Untuk itu, pada 2018 pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk membangun jembatan Kaligenteng Baru yang berada di samping jembatan lama.

"Jembatan lama secara fisik sudah mengkhawatirkan. Jembatan ini merupakan peninggalan Belanda pernah diperbaiki pada tahun 1970-an. Kondisinya udah lapuk dan tergerus aliran sugai kali genting," katanya.

Akibat peristiwa itu sejumlah desa mengalami terhambat dalam akses menuju ke kawasan Kecamatan Kandangserang dan ibu kota Kabupaten Pekalongan yaitu Kajen. Sejumlah desa itu di antaranya Desa Bojongkoneng, Sukoharjo, Bubak, Garungwiyoro, Klesem, Lambur, Loragung, dan lainnya.


(Agus Setiawan/CN40/SM Network)