• KANAL BERITA

Perusahaan Perlu Didorong Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

Tim peneliti LP2M Unnes, Nury Ariani Wulansari SE MSc, memaparkan materi seminar di UTC Unnes. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
Tim peneliti LP2M Unnes, Nury Ariani Wulansari SE MSc, memaparkan materi seminar di UTC Unnes. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perusahaan perlu didorong menerapkan konsep ramah lingkungan. Butuh komitmen tinggi, antara manajemen perusahaan dan karyawan dalam penerapannya. Namun, jika hal tersebut dilakukan akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, seperti biaya operasional lebih rendah dan mengurangi jejak karbon dilingkungannya. Demikian diungkapkan tim peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Nury Ariani Wulansari SE MSc, dalam seminar hasil penelitian-pengabdian di gedung UTC Unnes.

"Green Human Resources Manajemen (perusahaan ramah lingkungan ini tidak bisa dirasakan langsung efeknya, tapi secara indirect atau tidak langsung dan jangka panjang. Belum banyak perusahaan yang menerapkan green HRM, padahal kalau itu diterapkan dampaknya akan luar biasa," jelas Nury, dalam seminar didampingi timnya, Rini Setyo Witiastuti SE MM dan Siti Ridloah SE MMgmt.

Konsep perusahaan ramah lingkungan ini jadi tantangan di era globalisasi. Dalam penerapannya, tiap karyawan, baik di kantor, dapur dan kantin untuk mengumpulkan sampah botol dan kaleng bekas sisa makanan dan minuman dalam satu wadah untuk didaur ulang setiap bulannya.

Selain itu, karyawan perlu membuat pemberitahuan atau informasi terkait kegiatan perusahaan melalui email, sms blast, dan telegram, bukan kertas. Penting juga beralih menggunakan laptop, daripada komputer desktop karena penggunaan daya akan lebih hemat 90 persen. Di sisi lain, Rini menegaskan, keuntungan yang didapat perusahaan dari konsep itu ialah penghematan biaya, kesadaran karyawan akan perilaku ramah lingkungan meningkat, serta konsumen semakin percaya karena manajemennya berorientasi pada praktik-praktik bisnis yang ramah lingkungan.


(Royce Wijaya/CN40/SM Network)