• KANAL BERITA

Gaya Hidup Juga Picu Kanker Payudara

Dokter Siska Liana SpRad dari RS Columbia Asia (tengah) dan pejuang kanker (kiri) memberikan paparan tentang pencegahan dini kanker payudara serta bagaimana menghadapinya. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
Dokter Siska Liana SpRad dari RS Columbia Asia (tengah) dan pejuang kanker (kiri) memberikan paparan tentang pencegahan dini kanker payudara serta bagaimana menghadapinya. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kanker payudara bisa menyerang siapa saja dengan faktor apa saja termasuk gaya hidup. Sehingga diperlukan deteksi dini untuk mengurangi risiko kematian. Hal itu dikatakan Dokter Siska Liana SpRad dari RS Columbia Asia dlam talk show tentang deteksi kanker payudara sejak dini di lantai dasar Mal Ciputra, Rabu (12/12).

“Dewasa ini banyak juga disebabkan adalah gaya hidup atau life style. Gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat bisa memicu kanker,” katanya dalam serangkaian kegiatan perayaan Mal Ciputra yang menginjak usia 25 tahun dengan mengusung tema CL Care 25th Anniversary.

Lebih jauh dia menjelaskan faktor Kanker payudara bisa muncul dari beragam faktor. Mulai dari genetik, usia, gaya hidup, hingga menopouse yang lambat bagi perempuan sampai usia 50 tahun. “Faktor lain juga bisa terjadi. Misalnya perempuan tidak menyusui, dan tidak menikah juga memiliki risiko yang sama,” jelasnya

Tak hanya itu, kanker payudara tidak terjadi pada perempuan saja. Akan tetapi bisa terjadi pada kaum lelaki. Bahkan kanker payudara pada pria bisa lebih ganas.

Pencegahan Dini

Lebih lanjut ia mengatakan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan. Pencegahan dini akan mampu mengurangi risiko kematian. “Jika ada benjolan di sekitar payudara jangan diabaikan. Contohnya jika ada perubahan tepat pada bagian bawah putting segera konsultasikan kepada dokter,” jelasnya.

Apa pun benjolannya perlu segera di deteksi. Biasanya orang abai ketika ukuran payudara antara kanan dan kiri lebih besar sebelah. Sehingga usia kanker semakin tua dan berbahaya.

“Setelah berkonsultasi dengan dokter maka akan ada beberapa tahapan lain untuk memastikan apakah gejala itu merupakan kanker atau bukan. Seperti melalui Skrimming yang akan menurunkan angka kematian sampai 30 persen,” jelasnya.  

Dalam kegiatan itu testimoni para pejuang yang tergabung dalam Cancer Information and Support Centre (CISC) juga diberikan untuk audience. Sekitar 100 anggota Tim PKK Kota Semarang hadir. Mereka antusias mendengarkan paparan hinga sesi tanya jawab. Begitu pun dengan pengunjung turut mengikuti talk show tersebut.

Manager Mal Ciputra Semarang, Ani Suyatni, menjelaskan akan ada kegiatan sehari penuh. Dimulai dengan kampanye pencegahan dini kanker payudara. Talk show tentang deteksi kanker payudara sejak dini. Serta, testimoni para pejuang kanker merupakan bentuk rasa kedekatan dan kepedulian kami terhadap masyarakat.

“Kami berterimakasih atas semua dukungannya. Kegiatan ini kami gelar sebagai sebuah rasa kepedulian kemanusiaan dengan tema “CL Care 25th Anniversary”,” jelasnya.


(Diaz Abidin/CN40/SM Network)