• KANAL BERITA

Pemasangan Token Listrik Ditunda

Pedagang Langgar Perjanjian Sewa

Salah satu perwakilan pedagang Blok A Pasar Pagi menyampaikan pendapatan dalam audiensi yang dilaksanakan di Gedung Eks Samsat Kompleks Balai Kota Tegal. (suaramerdeka.com/Wawan Hudiyanto)
Salah satu perwakilan pedagang Blok A Pasar Pagi menyampaikan pendapatan dalam audiensi yang dilaksanakan di Gedung Eks Samsat Kompleks Balai Kota Tegal. (suaramerdeka.com/Wawan Hudiyanto)

TEGAL, suaramerdeka.com - Pemasangan token listrik di 132 kios kompleks Blok A Pasar Pagi Kota Tegal akhirnya ditunda hingga masa sewa kios habis. Pedagang juga berjanji akan menggunakan listrik sesuai perjanjian awal, yakni 6 ampere dan tidak melakukan kecurangan.

Penundaan itu merupakan kesepakatan antara Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dengan instansi terkait dan perwakilan pedagang saat audiensi di Gedung Eks Samsat Kompleks Balai Kota Tegal, Rabu (12/12).

Sebelumnya Pemkot berencana memasang token di masing-masing kios lantaran beberapa tahun terakhir, subsidi pembayaran listrik membengkak. Ada indikasi penambahan daya yang melanggar perjanjian sewa, namun pemkot sulit mengontrol.

Oleh karenanya, Dinkop UKM dan Perdagangan, akan memasang token agar kontrol lebih mudah, namun sejak awal pedagang menolak. Kepala Dinkop UKM, Khaerul Huda, menyampaikan audiensi dengan perwakilan pedagang untuk menetapkan kesepakatan terkait penolakan pemasangan token listrik.

Namun, ada kesepakatan untuk menunda pemasangan token listrik sambil mengubah isi perjanjian sewa. "Pemasangan token listrik ditunda sampai habis masa sewa. Dengan catatan, semua pedagang yang menyewa kios harus kembali menggunakan daya listrik 6 Ampere sesuai perjanjian sewa," tegasnya.

Kabid Pasar, Maman Suherman menegaskan, dalam audiensi dengan perwakilan dari 102 pedagang pihaknya menghadirkan direksi PLN terkait teknis dan penggunaan listrik. "Hasil kesepakatan, sambil menunggu habisnya masa sewa semua pedagang diwajibkan untuk tidak melanggar ketentuan sewa termasuk tertib membayar retribusi sewa," katanya.


(Wawan Hudiyanto/CN40/SM Network)