• KANAL BERITA

Deklarasi PGIN, Guru Inpassing Tuntut Kesetaraan

Pengurus Perkumpulan Guru Inpassing Nasional(PGIN) Blora mendaklasikan diri di pendopo rumah dinas Bupati, Rabu (12/12). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Pengurus Perkumpulan Guru Inpassing Nasional(PGIN) Blora mendaklasikan diri di pendopo rumah dinas Bupati, Rabu (12/12). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

 BLORA, suaramerdeka.com - Ratusan guru non-PNS madrasah dalam naungan Kementerian Agama (Kemenag) Blora mendeklarasikan terbentukan Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN), di pendapa rumah dinas Bupati, Rabu (12/12).  Bupati Blora, Djoko Nugroho, dan Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo, hadir di acara tersebut.

Dalam deklarasi itu dikukuhkan pula kepengurusan PGIN Blora 2018-2021 oleh Ketua PGNI Provinsi Jateng, Tri Widodo. ‘’PGIN sebagai wadah perjuangan sekaligus sarana untuk sharing meningkatkan kualitas diri,’’ ujar Ketua PGIN Pusat, Hadi Sutikno.

Progam guru inpassing merupakan program penyetaraan jabatan antara guru non-PNS dan guru PNS dari aspek kualifikasi akademik, masa kerja dan sertifikat pendidik. Guru yang lolos inpassing akan mendapat tunjangan sertifikasi guru sebagaimana guru PNS.

Guru inpassing mendapat tunjangan per bulan sama dengan guru PNS berdasarkan berdasarkan golongan masing-masing guru. Dengan mengacu pada perhitungan dari angka kredit jabatan dan pangkat yang dipunyai guru selama ia aktif mengajar.

Di Blora, jumlah guru inpassing di madrasah dalam naungan Kemenag 553 orang. Dari jumlah itu, yang menjadi anggota PGIN Blora sekitar 300-an guru. ‘’Yang belum bergabung, mari bergabung bersama kami,’’ ujar Ketua PGIN Blora, A Rahim Masyur.

Ketua PGIN Pusat, Hadi Sutikno mengatakan, PGIN untuk memperjuangkan agar guru swasta terakomodasi dalam UU aparatur sipil negara (ASN). ‘’ Dibentuknya PGIN antara lain sebagai respons terhadap kegalauan teman-teman kami atas status guru inpassing,’’ tuturnya.

Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyambut baik deklarasi PGIN Blora. Dia mengharapkan PGIN bersama komponen guru di Blora bersama-sama memajukan pendidikan di Blora. ‘’Semua guru mempunyai tanggung jawab bersama. Kita tidak boleh menonjolkan ego kelompok. Semoga PGIN bermanfaat untuk kemaslahatan umat,’’ katanya.(Abdul Muiz)

 


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)