• KANAL BERITA

Reaktivasi Kereta Wujudkan Pemerataan Kunjungan Wisatawan

GUDANG STASIUN: Bangunan gudang di area Sub Terminal Kebonpolo yang menjadi saksi sejarah hadirnya Stasiun Magelang Kota sekitar 120 tahun lalu masih berdiri sampai saat ini. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)
GUDANG STASIUN: Bangunan gudang di area Sub Terminal Kebonpolo yang menjadi saksi sejarah hadirnya Stasiun Magelang Kota sekitar 120 tahun lalu masih berdiri sampai saat ini. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pelaku usaha perhotelan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja and Central Java Hotels Association (JCJHA) menyambut positif adanya pengaktifan kembali jalur kereta api Semarang-Jogja. Reaktivasi ini diproyeksi bakal mewujudkan pemerataan kunjungan wisatawan.

Ketua JCJHA, Sugeng Sugiantoro mengatakan, aksesibilitas menjadi salah satu syarat atau faktor penting dalam pengembangan suatu destinasi/objek pariwisata. Maka, dengan diaktifkannya kembali jalur kereta api tersebut akan memberikan banyak kemudahan untuk wisatawan domestik atau asing.

“Wisatawan akan diberi kemudahan baik dari Semarang ke Jogja atau sebaliknya. Termasuk kemudahan wisatawan yang berkunjung ke Magelang dan sekitarnya, mengingat ada stasiun di Magelang dan Temanggung,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (12/12).

Menurutnya, dampak dari kemudahan akses ini menyasar pada terwujudnya pemerataan kunjungan wisatawan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Termasuk meningkatkan lama tinggal bagi pelancong yang berkunjung.

Sambutan serupa disampaikan Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang (KTM), Bagus Priyana sebagai pemerhati bangunan cagar budaya dan bersejarah, bahwa reaktivasi jalur kereta api tersebut diharap mampu mengembangkan destinasi-destinasi wisata di Magelang.

Terpenting lagi diharap mampu memberikan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, menilik sejarah, perkeretaapian di wilayah Magelang dan sekitarnya sejak jaman Belanda (1898-1942) dibangun untuk beberapa tujuan. Di antaranya wisata, mobilisasi militer, dan pengangkutan hasil bumi.

 “Untuk wisata ada candi, kolam renang, pegunungan, dan lainnya. Kalau mobilisasi militer, karena basis militer Belanda adalah di Magelang dan Ambarawa. Sementara pengangkutan hasil bumi berupa beras, kopi, the, bahan baku jamu, dan lainnya,” paparnya.

 Ia mencontohkan, tempat wisata yang dilalui oleh kereta dengan stasiun terdekatnya, seperti Mudal di Blabak, Kali Bening di Payaman, Pikatan di Temanggung, dan pemandian air hangat Candi Umbul di Grabag yang persis di sisi selatan terdapat stasiun.


(Asef Amani/CN41/SM Network)