• KANAL BERITA

Sri Mulyani: 2019, Perekonomian Indonesia Tetap Stabil

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama CEO Suara Merdeka Network Kukrit SW sekaligus Ketua Umum Kadin Jawa Tengah seusai Seminar Ekonomi Prospek Bisnis dan Investasi Jawa Tengah 2019 di Hotel Aston Semarang, Rabu (12/12). (Foto: suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama CEO Suara Merdeka Network Kukrit SW sekaligus Ketua Umum Kadin Jawa Tengah seusai Seminar Ekonomi Prospek Bisnis dan Investasi Jawa Tengah 2019 di Hotel Aston Semarang, Rabu (12/12). (Foto: suaramerdeka.com/Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan prospek perekonomian di Indonesia tahun 2019 akan tetap stabil. Hal ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal tiga 2018 yang mencapai 5,17 persen. Sektor konsumsi yang tumbuh diatas 5 persen serta investasi yang mendekati 7 persen dan ditopang APBN yang tumbuh positif.

Menurutnya jika momentum faktor-faktor yang menyumbangkan perekonomian  dapat dijaga, maka optimis pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,3 persen.

"Menjaga momentum faktor-faktor yang menyumbangkan perekonomian seperti investasi dan ekspor akan terus dijaga. Sementara dari sisi konsumsi  tumbuh di atas 5 persen serta selama inflasi tetap terjaga dan kebutuhan dari masyarakat bisa terpenuhi maka momentum 5 persen bisa terjaga sehingga tahun depan optimis bisa tumbuh di 5,3 persen," katanya ketika memberikan pemaparan perekonomian dalam Seminar Prospek Bisnis dan Investasi Jawa Tengah 2019 yang diselenggarakan Suara Merdeka di Hotel Aston Semarang, Rabu (12/12).

Namun walau optimis stabil, tetapi harus tetap mewaspadai risiko global yang ada antara lain  kebijakan moneter di Amerika yang menaikan suku bunga, perang dagang dan pelemahan perekonomian Tiongkok serta gejolak harga komoditas yang tidak menentu.

"Optimis tapi juga berhati-hati karena untuk menjaga ekonomi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat," ucapnya.

Ia pun mengungkapkan yang menjadi faktor menantang adalah neraca pembayaran yaitu Capital Flow dan iklim investasi. Menurutnya penanaman modal asing (PMA) mengalami kontraksi. Sedangkan Penamaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di kuartal tiga tumbuh diatas 30 persen.

"PMA kontraksi besar dan tantangannya agar tumbuh dan keseimbangannya dapat dijaga," tuturnya.

Sementara itu untuk Jawa Tengah, Sri Mulyani mengatakan ada potensi dalam menarik modal investasi sehingga berharap agar semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah berlomba untuk meningkatkan iklim investasi.

Ia pun meminta agar masyarakat dan calon investor yang akan berinvestasi ke Jawa Tengah tidak perlu khawatir terhadap momentum politik di 2019 karena pemerintah akan memberikan jaminan investasi.

"Pemerintah akan terus menjaga perekonomian sama seperti 2018 dimana dinamika juga sangat tinggi," pungkasnya. 


(Cun Cahya/CN41/SM Network)