• KANAL BERITA

Kejati DIY Sidik Dugaan Korupsi Balai Radio

Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pada tahun 2018 ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menyidik setidaknya lima perkara dugaan korupsi. Salah satunya adalah pengadaan tanah untuk pembangunan Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan. Proyek ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui unit pelaksana teknisnya di DIY.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DIY Jefferdian mengatakan, perkembangan kasus tersebut kini masih dalam tahap pemeriksaan saksi ahli hukum pidana, dan tata negara.

"Penyidikan sudah kami lakukan sejak sekitar sebulan lalu. Modusnya ditengarai pengadaan fiktif, uang negara sudah dikeluarkan tapi lahan belum bisa dikuasai (oleh negara)," jelasnya, Rabu (12/12).

Lahan yang bermasalah dalam kasus ini lokasinya ada Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman dengan luasan kurang lebih 7.600 meter persegi. Kegiatan pengadaannya dilakukan pada tahun 2013.

Dari hasil penghitungan sementara oleh kejaksaan, dugaan kerugian negara akibat kasus ini diproyeksikan sekitar Rp 5,8 miliar.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 20 orang saksi antara lain dari pihak pemilik lahan, perangkat desa, dan pegawai Kemendikbud. Namun belum ada satu pun nama yang ditetapkan menjadi tersangka.

Selain kasus Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan, Kejati DIY juga tengah menyidik dua kasus dugaan korupsi lainnya yakni pemberian kredit pemilikan rumah di Bank BRI SKK Yogyakarta tahun 2014, dan pemberian fasilitas kredit BNI Griya.

Untuk kasus BRI, ungkap Jefferdian, kini dalam tahap penghitungan kerugian negara oleh BPKP Perwakilan Yogyakarta. Sedangkan kasus BNI, dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke pengadilan setelah jaksa selesai menyusun surat dakwaan.


(Amelia Hapsari/CN33/SM Network)