• KANAL BERITA

248 Penyandang Disabilitas Dibaptis di Gereja Kotabaru

Foto: gudeg.net
Foto: gudeg.net

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Suasana haru namun khidmad terasa saat 248 penyandang disabilitas di Yogyakarta dan sekitarnya dibaptis bareng di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, Yogyakarta, Rabu (12/12). Usai menjalani upacara baptis, kaum disabilitas menitikkan hari mata haru dan senang.

Upacara baptis ini digelar dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember lalu. Untuk merayakan hari istimewa tersebut, gereja Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta mengelar sakramen inisiasi atau baptis bagi 248 penyandang disabilitas.

Sakramen diberikan langsung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko. Upacara bertajuk ‘Everyone is Special’ ini, sebagai bukti cinta kasih dari gereja Katolik kepada umatnya yang kurang mendapat perhatian karena kurangnya fasilitas.

''Perayaan ekaristi dan penerimaan sakramen inisiasi (baptis, penguatan, komuni pertama) bagi para penyandang disabilitas seperti tunanetra, tunarunggu, tunagrahita, tundadaksa, tunalaras, tunaganda, autis dan gifted,'' ujar Ketua Panitia Widi Astuti disela-sela upacara penerimaan sakramen baptis.

Widi menyatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Perayaan Ekaristis bagi umat difabel pada 28 September lalu. Usai pembaptisan ini, umat difabel menjadi anggota gereja penuh. ''Mereka yang dibabtis datang dari berbagai daerah,'' ujarnya menceritakan.

Menurut dia, selain dari Yogyakarta, 248 umat difabel juga datang dari Solo, Magelang, Semarang, Jakarta, Samarinda, dan beberapa kota lainnya. Dalam hukum gereja, umat wajib menerima komuni pertama di usia minimal 9 tahun dan sakramen penguatan pada minimal 13 tahun.

''Namun karena pertimbangan terkait kekhususan, akhirnya kami memberikan pelayanan khusus pula,'' katanya menjelaskan. Menurutnya, upacara dipimpin langsung Uskup Agung Rubiyatmoko, upacara sakramen berlangsung mulai pukul 09.00 -11.00 WIB.

Dalam homilinya Uskup Agung mengatakan, apa yang diderita umat difabilitas adalah anugrah dari Tuhan Yang Esa. ''Gereja salut dengan para orang tua dan relawan yang dengan tulus ihklas merawat serta mendampingi anak-anaknya. Dengan sakramen baptis ini, semoga mencapai keselamatan kesucian dalam keagungan Tuhan,'' katanya.

Uskup Agung mengingatkan, bahwa umat difabel juga harus dipertemukan dengan Allah melalui tangan-tangan anggota Gereja yang bersedia membhaktikan hidupnya untuk membimbing mereka.


(Sugiarto/CN33/SM Network)