• KANAL BERITA

Banjir Belum Surut, Warga Trimulyo Periksa Kesehatan

Ratusan warga Kelurahan Trimulyo mendapat pemeriksaan kesehatan setelah lebh dari satu pekan beraktivitas di tengah banjir. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)
Ratusan warga Kelurahan Trimulyo mendapat pemeriksaan kesehatan setelah lebh dari satu pekan beraktivitas di tengah banjir. (suaramerdeka.com/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sekitar 100 warga Kelurahan Trimulyo berduyun-duyun memeriksakan kesehatannya di tengah kondisi banjir yang belum surut. Sejumlah dokter ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang turun ke lapangan usai diminta langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, Selasa (11/12).

Lurah Trimulyo, Dyah Winarni menjelaskan, pemeriksaan kesehatan berada di dua lokasi. Pertama di mushola RW 02, dan Masjid AL Ishlah di RW 3.

“Di RW 02 itu kurang lebih 50 pasien memeriksakan kesehatannya. Sementara di RW 03 sekitar 75 pasien,” katanya.

Warga yang memeriksakan kesehatannya dari semua umur. Mulai anak-anak, dewasa dan lanjut usia (lansia). Keluhan yang dirasakan warga kebanyakan mulai dari penyakit kulit, yakni gatal dan kutu air.

“Ibu Wakil Wali Kota Semarang datang ke sini. Beliau menghubungi Kepala Dinas Kesehatan untuk mengirimkan dokter ke Trimulyo. Dokter yang datang dari puskesmas Kelurahan Tlogosari Wetan dan Tlogosari Kulon,” jelasnya.

Selain mendapat pemeriksaan kesehatan itu, bantuan air bersih dari PDAM di suplai langsung ke lokasi menggunakan mobil tangki untuk warga.

Sementara itu Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, mengimbau agar kewaspadaan terus ditingkatkan menghadapi potensi bencana ke depan. Utamanya banjir dan rob di wilayah tersebut.

“Dinas terkait juga segera sesiap mungkin untuk meminimalisasi bencana dan dampaknya,” ujarnya.

Misalnya, Dinas Perumahan dan Permukiman agar bisa memetakan pohon-pohon besar yang rawan tumbang karena fisiknya yang sudah rapuh. Pohon yang berpotensi tumbang bisa dilakukan perawatan atau pemotongan.

Perangkat lain yakni Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga harus siap meminimalisasi bencana atau pun memberi bantuan pasca bencana.

“Kita juga instruksikan agar Lurah dan Camat bisa langsung turun ke masyarakat memetakan wilayah-wilayah yang rawan. Masyarakat juga harus bergerak menggiatkan kerja bakti untuk kesiapsiagaan bencana,” imbuhnya.

Perihal Sampah

Perihal sampah masih menjadi sorotan. Sampah masih menjadi salah satu sebab utama banjir. Sampah dibuang sembarangan dan menyumbat aliran-aliran air. Bahkan sampah-sampah besar seperti kulkas, dan kasur.

Laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana ada tiga tempat yang diduga memberikan volume sampah yang tinggi. Pertama, yakni Pasar Peterongan, Mrican, dan Tandang.

“Kesadaran yang sangat rendah. Semua orang apa lagi pedagang di pasar agar tidak membuang sampah ke sungai. Lurah dan Camat yang ada di wilayah itu kami minta agar selalu memonitornya,” tegasnya.

Ke depan pihaknya berencana akan menegakan Perda soal sampah di Kota Semarang.


(Diaz Abidin/CN40/SM Network)