• KANAL BERITA

Di Brebes, LDK Dijadikan Wahana Ciptakan Calon Pemimpin yang Unggul

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BREBES, suaramerdeka.com – Awam, masih banyak yang menganggap bahwa mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) hanya berfungsi sebagai sarana seleksi anggota OSIS saja, padahal tujuannya sangat majemuk. Di sekolahan, LDK menjadi wahana dalam melatih berorganisasi, dasar kepemimpinan, pengetahuan struktur dan alur organisasi maupun tata cara pembuatan proposal.

Pengembangan individu maupun kelompok juga diharapkan tercipta disini, karena pada dasarnya adalah melatih tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Jika disederhanakan lagi, LDK diberikan dalam 2 bagian, yaitu LDK Mental dan Fisik. Untuk mental biasanya diberikan oleh Kepala Sekolah dan staf pengajar baik psikologi ataupun konseling, Pembina OSIS di sekolah yang bersangkutan atau dengan mendatangkan pengajar dari suatu Lembaga psikologi independen. Sedangkan fisik, biasanya menggandeng TNI di wilayah guna membekali para anak didik sekolah.

Termasuk di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, puluhan murid SMPN 4 Tanjung, mendapatkan pelatihan dari Babinsa Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, berupa materi PKBN (Peningkatan Kesadaran Bela Negara), PBB dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer) dasar serta LTUB atau Tata Upacara Sipil (TUS). Acara berlangsung mulai pukul 09.00-11.45 WIB di lapangan sekolah, Senin (10/12).

Terpisah dijelaskan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi bahwa dua orang Babinsanya, Sertu Mujito dan Serda Suharnoko, telah melaksanakan tugas tersebut atas permintaan dari pihak sekolah melalui Kepala Sekolah, Martono, S.Pd. Para peserta adalah Tonsus yang berjumlah 30 orang.

“Materi yang di transfer antara lain PKBN perihal lima unsur bela negara, PBB dasar yang meliputi gerakan di tempat yaitu sikap sempurna, istirahat, hadap kanan dan kiri, balik kanan, lencang depan kiri dan kanan serta melatih kebersamaan melalui jalan ditempat. Untuk gerakan berpindah tempat adalah langkah biasa dan tegap, sedangkan PPM dasar diterapkan penghormatan perorangan dan umum. Babinsa juga mengajarkan tata penyelenggaraan upacara sipil,” beber Muhtadi.

Mereka juga didampingi lima guru yang di antaranya adalah Guru Kesiswaan Bambang S serta Pembina OSIS Heri Yulianto.


(Red/CN26/SM Network)