• KANAL BERITA

Perkuat Diplomasi Sawit di Eropa, KBRI Brussels Inisiasi Dialog

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BRUSSELS, suaramerdeka.com - Sebagai upaya untuk memperkuat diplomasi sawit berkelanjutan di Uni Eropa (UE), KBRI Brussel bersama dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyelenggarakan informal multi-stakeholder dialogue dengan tema “Developments on the Indonesian Sustainable Palm Oil: Charting the Way Forward to Strengthen Indonesia – European Union Relations".

Hadir sebagai narasumber utama dalam acara ini adalah, Ir. Musdhalifah Machmud, M.T. Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kemenko Perekonomian RI dan Prof. Dr. Ir. Sigit Hardwinarto, M.Agr. selaku Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di Eropa antara lain Komisi Eropa, Parlemen Eropa, perwakilan Kementerian terkait dari berbagai negara Uni Eropa, Duta Besar dan Kedubes negara produsen kelapa sawit di Brussel, asosiasi sawit di Uni Eropa, akademisi, dan NGO.

Dialog informal tersebut bertujuan untuk meng-update pemangku kepentingan Uni Eropa mengenai berbagai kemajuan, penguatan komitmen, dan kebijakan Pemerintah Indonesia (Pemri) dalam mempromosikan sustainable palm oil (kelapa sawit berkelanjutan).

“Kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi Indonesia karena menyangkut hajat hidup (secara langsung/tidak) bagi sekitar 17 juta orang, termasuk petani kecil smallholders. Selain fair trade, Indonesia memandang penting untuk meningkatkan komunikasi yang konstruktif terkait dengan sustainable palm oil dengan stakeholders Uni Eropa guna pastikan win – win solution ke depan," ujar Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Yuri Thamrin.

Selain itu, dialog ini juga diinisiasi untuk memfasilitasi diskusi interaktif dan terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan mengenai upaya untuk memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa di bidang kelapa sawit berkelanjutan, termasuk guna mengatasi berbagai tantangan bersama.

Berbagai kemajuan di Indonesia direfleksikan antara lain melalui INPRES (Instruksi Presiden) no 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit dan Peningkatan Produktifitas Perkebunan Kelapa Sawit, upaya untuk memperkuat sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) dalam kaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta Rencana Aksi Nasional di sektor kelapa sawit berkelanjutan.

“Indonesia berkomitmen kuat untuk memperkuat sertifikasi ISPO guna mendukung pencapaian tujuan SDGs maupun melalui Rencana Aksi Nasional guna memperkuat koordinasi di antara Kementerian/stakeholders terkait," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Kooridinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)