• KANAL BERITA

2018, Enam Pasar di Rembang Sandang Status Tertib Ukur

TERIMA PENGHARGAAN : Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mewakili Pemkab Rembang dalam menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan berkaitan dengan daerah tertib ukur 2018. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
TERIMA PENGHARGAAN : Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mewakili Pemkab Rembang dalam menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan berkaitan dengan daerah tertib ukur 2018. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com - Kabupaten Rembang berhasil menorehkan prestasi membanggakan menjelang akhir tahun ini. Enam pasar di Kabupaten Rembang tahun ini resmi menyandang status pasar tertib ukur.

Keenam pasar tersebut dengan status tertib ukur itu masing-masing adalah Pasar Sulang, Pasar Magersari Kota, Pasar Babagan Lasem, Pasar Jolotundo Lasem, Pasar Gandrirojo Sedan serta Pasar Sedan.

Piagam penghargaan diberikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada Wakil Bupati (Wabup) Rembang, Bayu Andriyanto, Kamis (6/12) malam di Bandung. Rembang menerima penghargaan berbarengan dengan 9 kabupaten/kota lainnya.

Sebelum ini, telah ada enam pasar yang juga menyandang status serupa. Tahun 2015 ada Pasar Kragan, tahun 2016 Pasar Pamotan, Pasar Lasem serta Pasar Rembang. Sedangkan Pasar Sarang dan Pasar Pandangan menerima penghargaan serupa tahun 2017.

Dengan demikian, pasar yang menyandang status tertib ukur di Rembang berjumlah 12 pasar unit. Pencapain ini juga mengantarkan Rembang sebagai calon daerah tertib ukur pada tahun 2019 mendatang.

Wakil Bupati Bayu Andriyanto mengungkapkan, pencapain ini merupakan buah kerja keras semua pihak. Satu pesan yang disampaikan Kementerian Perdagangan adalah, daerah tetap menjaga stabilitas harga sembako menjelang akhir tahun. “Terimakasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak. Kita persiapkan untuk menjaga stabilitas harga (sembako), terlebih menjelang tutup tahun menuju tahun baru,” papar Bayu.

Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Dinperindagkop Rembang, Setyo Budih mengungkapkan, status pasar tertib ukur kmeliputi beberapa kriterian. Pertama, semua pedagang yang memiliki alat ukur atau timbang telah ditera ulang.

Semua pedagang juga telah mengikuti sosialisasi tentang Undang-undang Kemetrologian Nomor 2 tahun 1981. Selain itu, pasar penyandang status tertib ukur juga harus memiliki manajemen operasional pasar.

“Keseriusan Pemkab untuk mendorong pasar tertib ukur tidak lain untuk melindungi konsumen atau pembeli di pasar tersebut. Sekaligus mentertibkan pedagang di pasar,” jelas dia. 


(Ilyas al-Musthofa/CN39/SM Network)